Kursi Legislator Dikemas Khusus?

3 total views, 3 views today

ilustrasi

ilustrasi

PAGARALAM – Sebelum menetapkan para Legislator, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pagaralam akan mengemas secara Khusus acara penetapan kursi bagi anggota DPRD yang terpilih pada Pemilihan Legislatif 9 April lalu. Demikian dikemukakan Komisioner KPU Divisi Hukum Yenli Elmanoferi kemarin (28/4/2014).

Menurutnya, usai pleno penetapan kursi untuk calon terpilih pada tanggal 11 Mei, maka malamnya akan dilanjutkan  dengan penyerahan surat keputusan (SK) kepada calon terpilih.

“Saat ini tidak ada gugatan, jadi kita tunggu penetapan secara nasional dari KPU RI pada tanggal 10 Mei mendatang,” terangnya.

Selain calon terpilih lanjutnya, seluruh pimpinan partai politik, unsur muspida Kota Pagaralam akan diundang pada acara penyerahan SK tersebut.

“Siang harinya pada tanggal 11 KPU akan melaksanakan Pleno Terbuka penetapan kursi terlebih dulu,” katanya singkat.

Diketahui proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) Anggota DPRD Kota Pagaralam sudah tuntas. Meskipun belum ada pengumuman resmi dari penyelenggara Pemilu, tentang perolehan kursi, namun Partai Politik (Parpol), sudah bisa menebak jumlah kursi yang diraihnya di parlemen Pagaralam. Jika dilihat dari perolehan kursi, dari sebanyak 25 kursi yang diperebutkan seluruh Parpol, bahwa 12 Parpol tidak ada yang dominan.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan menyebutkan, dari 12 Partai yang bertarung memperebutkan 25 kursi DPRD Kota Pagaralam Satu partai  ada yang mendapatakan 3 kursi dan paling sedikit 1 kursi bahkan ada partai yang tidak mendapatkan kursi sama sekali.

Raihan 3 kursi masing-masing didapatkan 5 Parpol, yakni Partai Golongan Karya (Golkar), atas nama Caleg Ruslan Abdul Gani SE (incumby ent), Efsi SE (incumbent), dan Zifeni Amir. Kemudian Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), atas nama Hj. Dessy Siska SE, Yuliansi, dan Dedi Stanza SH (incumbent).

Partai Nasional Demokrat (Nasdem), tak mau ketinggalan dengan mencatatkan tiga kader terbaiknya, yakni Jenni Shandiyah SE, M. Fadli SE dan Darmawi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P), atas nama Caleg Tanharudin SE, Sahardi dan Yumisah SE (incumbent). Meskipun berada di nomor Parpol hampir buncit, namun Partai Bulan Bintang (PBB) juga mengklaim mendapatkan 3 kursi, yakni atas nama Caleg Masagus Toyeb SH (incumbent), Ir. Armansyah MM dan Hj. Nurbaiti Rahim SAg, MM.

Sedangkan Parpol yang mendapatkan masing-masing 2 kursi yakni, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas nama Nanto SE dan Alpian SH, dua-duanya merupakan Caleg Incumbent.  Kemudian, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), atas nama Kadino SPdI dan Abdul Fikri Yanto STHI MAg. Partai Demokrat (PD), atas nama Caleg Ujang Syahrul Khairi SE (incumbent) dan Geo Ferlando SH.

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) atas nama Caleg Juliansyah SE dan Pandin Pirmansyah SE (incumbent). Sementara, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) harus puas dengan raihan kursi masing-masing satu kursi. PAN mendapatkan satu kursi atas nama Caleg Dedi Irawan Gumay, sedangkan PKPI atas nama Caleg Kasno Fandri Tohari.

Dari data tersebut juga bisa dilihat bahwa, Pileg 2014 tahun penuh kejutan. Betapa tidak, partai besar seperti PAN pada Pileg 2009 mendapatkan 3 kursi, pada Pileg 2014 hanya mendapatkan satu kursi. Pun dengan PKS yang semula tak mendapatkan kursi di parlemen Pagaralam, pada Pileg 2014 berhasil mendapatkan 2 kursi sekaligus. Sedangkan, PPP, nampaknya tak mampu mengubah nasibnya, karena pada Pileg 2014, partai berlambang Ka’bah itu belum berhasil menempatkan wakilnya di Gunung Gare.

Namun, tentunya keputusan resminya ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pagaralam, selaku penyelenggara Pemilu. Untuk itu sekali lagi, data ini merupakan data yang dihimpun dari kalangan internal maupun Caleg 12 Parpol peserta Pemilu 2014.

 

Teks     : ANTONI STEFEN

Editor    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com