Caleg PPP Didesak Didiskualifikasi

 125 total views,  2 views today

partai PPP

Partai PPP

PALEMBANG – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Dapil IV Kota Palembang Peduli Pemilu Bersatu Menegakkan Undang-undang Tentang Pemilu Nomor 8 Tahun 2012, Senin (28/4/2014), mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel).

Puluhan massa ini, mendesak agar KPU mendiskualifikasi calon legislatif (Caleg) DPRD Kota Palembang daerah pemilihan (dapil) IV dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Desmana Akbar.

Alasannya,  caleg tersebut diduga telah melakukan kecurangan dengan melakukan penggelembungan suara dan memanipulasi data Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06, Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu  (SU) I, pada pemungutan suara Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April lalu.

“Kami mendesak agar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), KPU Kota Palembang hingga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendiskualifikasi Desmana Akbar. Karena, dia sudah terbukti melakukan kecurangan berupa penggelembungan suara,” kata Riduan, koordinator aksi (korak).

Selain mendesak agar Desmana Akbar didiskualifikasi, mereka juga meminta Ketua KPPS 06 ditangkap dan diadili, serta Ketua RT 05 Kelurahan 1 Ulu yang ikut andil dalam kecurangan tersebut, juga ikut diadili.  “Kami minta pelaku diadili sesuai ketentuan pidana pemilu. Aturannya jelas dengan merujuk UU Nomor 32 tahun 2004 dan UU Nomor 12 tahun 2008, pasal 118 ayat 1,” ujarnya.

Panwaslu sambungnya diminta untuk segera merekomendasikan kepada KPU Kota Palembang, agar menindaklanjuti laporan yang telah mereka sampaikan pada 14 April lalu.

Menanggapi ini, Ketua KPU Sumsel, Aspahani menyebut aksi tersebut salah alamat.  “Lebih tepat aksi ini ke Panwaslu. Namun kita akan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait. Karena semua hal terkait pelanggaran, harus dipahami dulu sebelum ada tindakan,” jelasnya.

Setelah melakukan aksi di KPU Sumsel, puluhan massa tersebut juga mendatangi Bawaslu Sumsel. Dalam aksi di Bawaslu Sumsel itu, Komari Kosim, caleg dari Partai Hanura menyebut harusnya Bawaslu melakukan gelar perkara dengan mengundang berbagai elemen termasuk yang dirugikan dalam kasus dugaan penggelembungan suara di TPS 06 Kelurahan 1 Ulu tersebut.

“Caleg yang melakukan penggelembungan itu pun, harusnya didiskualifikasi sebagai peserta pemilu,” tukasnya.

 

Teks     : DICKY WAHYUDI

Editor    : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster