Caleg Golkar Kurang Populer

 189 total views,  2 views today

MUARAENIM – Suara Partai Golkar pada Pileg, 9 April lalu di Muaraenim jauh merosot jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2009. Partai berlambang pohon beringin ini, pada Pileg 2014 hanya mendapatkan empat kursi di DPRD Muaraenim.

Padahal dari hasil Pemilu 2009, Partai Golkar berhasil menguasai delapan kursi di DPRD Muaraenim. Menurutnya perolehan suara Partai Golkar ini menurut Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Muaraenim yang juga Bupati Muaraenim, Muzakir Sai Sohar disebabkan caleg yang kurang populer.

“Kalau melihat perolehan suara dibanding Pemilu 2009 lalu, jelas ada kemerosotan dalam jumlah perolehan suara dibanding yang sekarang. Padahal kita menargetkan, memperoleh 16 kursi, hasilnya justru menurun,” kata Muzakir dibincangi, Senin (28/4/2014).

Ia menyebut, caleg Golkar tidak terlalu dikenal masyarakat. Akibatnya, suara yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan. Hal ini menurut Muzakir, jelas tidak sesuai dengan target dan akan menjadi bahan evaluasi.

Ia juga menyebut, hasil Pileg 2014 ini akan menjadi pelajaran bagi Golkar. Menurutnya, seorang caleg yang maju dari Partai Golkar kedepannya, harus sudah berinteraksi dengan masyarakat jauh-jauh hari sebelum Pileg digelar.

“Jangan seperti sekarang, banyak caleg yang berinteraksi dan melakukan sosialisasi justru menjelang pelaksanaan Pileg. Akibatnya, caleg tersebut dikenal masyarakat. Kedepan semua caleg yang maju dari Partai Golkar, harus sudah bersiap satu atau dua tahun sebelum Pileg digelar,” tegasnya.

Kondisi terbalik justru dialami PPP. Ketua DPC PPP Muaraenim yang juga Wakil Bupati Muaraenim, Nurul Aman, begitu sumbringah. Pasalnya, suara partai berlambang Ka’bah ini meningkat signifikan.

Perolehan kursi yang didapatkan di DPRD Muaraenim pun menurut Nurul, bertambah. Jika sebelumnya PPP hanya mendapatkan tiga kursi di DPRD Muaraenim namun hasil Pileg 2014 ini, PPP berhasi menempatkan lima kadernya di DPRD Muaraenim

“Pemilu kali ini, PPP berhasil mencapai target yaitu masing-masing satu kursi untuk setiap dapil. Sehingga kita mendapatkan lima kursi di DPRD Muaraenim, sementara di Pemilu lalu hanya tiga kursi,” tukasnya.

 

Teks     : SISWANTO

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster