Ada 17 Proposal Fiktif Gunakan Dana Bansos

 216 total views,  2 views today

PALEMBANG – Sebanyak 17 proposal fiktif, diduga mengunakan dana Bansos Ogan Komering Ulu (OKU) tahun 2008. Hal ini diketahui setelah tiga terpidana yang sudah mendekam yakni Supriyadi Jazid, Akhyar Azazi dan Khairul Amri, dipanggil menjadi saksi sidang tipikor, dengan terdakwa Eddy Yusuf dan Yulius Nawawi (berkas terpisah) di PN Tipikor Palembang, Senin (28/42014).

Khairul Amri, mantan Kabag Keuangan OKU yang divonis penjara tiga tahun denda sebesar Rp 50 juta, mengatakan, tugasnya hanya menerbitkan Surat Permintaan Pencairan Dana (SP2D) yang akan dilampirkan ke Sekretaris Daerah (Sekda) OKU.

Nantinya, Sekda OKU mengeluarkan Surat Permintaan Membayar (SPM).

“Saya memang tahu proposal ada yang menggunakan dana Bansos OKU 2008 karena ada terlampir kartu kendali dari Kasubag Anggaran. Itu saya lakukan karena sudah ada tanda tangan Bupati dan Wakil Bupati OKU 2008. Kalau tidak ada tanda tangan itu, saya tidak akan mau menerbitkan SP2D,” kata Khaerul.

Sementara itu, Supriyadi Jazid, mantan Asisten III Pemkab OKU yang divonis divonis satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta, mengatakan ia hanya meneruskan pengajuan pencairan proposal ke Sekda.

Menurutnya, bendahara dan Kabag Keuangan sudah mengetahui seluruh proposal menggunakan dana Bansos OKU 2008. “Kalau masalah kegiatannya, saya tidak tahu. Yang saya tahu hanya perihal proposalnya saja,”  kata Supriyadi.

Sedangkan Akhyar Azazi, mantan Bendahara Pengeluaran Pemkab OKU yang divonis setahun penjara dan denda Rp 50 juta mengatakan, dirinya hanya menerima pengajuan SP2D dari Kasubbag Keuangan. Selanjutnya, ia membuat Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang ditujukan ke Sekda.

“Yang mencairkan uang staf saya kepada salah satu staf Sugeng. Terkait dana Bansos OKU 2008, saya hanya meneruskan karena sebelumnya sudah ada tanda tangan dari Eddy dan Yulius,” kata Akhyar.

Baik Eddy dan Yulius mengatakan tidak tahu perihal tanda tangan keduanya yang menyetujui pencairan dana menggunakan Dana Bansos OKU 2008. Keduanya menduga, mungkin ada bawahan yang memalsukan tanda tangan keduanya untuk mencairkan dana Bansos OKU 2008.

Usai mendengarkan ketiga saksi dan pernyataan kedua terdakwa, majelis hakim tipikor yang diketuai Ade Komaruddin menunda sidang. Sidang kembali digelar Selasa (29/4) dengan agenda masih keterangan saksi.

Eddy dan Yulius naik menjadi tersangka Bansos OKU 2008 setelah adanya pernyataan dari keenam terpidana yang sudah divonis terlebih dahulu. Dana Bansos, yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat, diduga digunakan untuk kepentingan pencalonan Eddy sebagai Wakil Gubernur Sumsel. Akibatnya, negara merugi hingga Rp 3 miliar lebih.

 

Teks     : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster