Kasus Dana Bansos Tak Jelas

 233 total views,  2 views today

LAHAT – Proses klarifikasi, yang disertai pemeriksaan terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah yang dicairkan pada 2011-2012 diduga melibatkan beberapa instansi dan ormas di Kabupaten Lahat yang dilakukan oleh pihak 10 orang tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, sejak  hari tanggal 22-25 April lalu, hasilnya terkesan ditutup tutupi. Baik oleh pihak Kejagung sendiri maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat. Sudah beberapa kali awak media menanyakan tentang persoalan yang menjadi substansi klarifikasi tersebut, semua pihak bungkam dan saling lempar jawaban.

Terlebih lagi, klarifikasi ini juga menyangkutkan tentang penyaluran dana bantuan sosial ke organisasi wanita Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Lahat, yang tim penggeraknya diketuai oleh Ny Sismartianti Aswari, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Lahat yang juga diketuai H Aswari yang notabenenya adalah seorang Bupati Lahat. Sehingga sangat sulit bagi awak media untuk menembus informasi tentang kejelasan hasil dan sebab dari klarifikasi selama tiga hari ini.

Ironisnya lagi, sejak hari pertama (Saat pemanggilan terhadap H. Aswari-red). Dua orang (Ardi, dan Haary) dari sepuluh anggota tim penyidik Kejagung enggan menceritakan tentang klarifikasi yang mereka lakukan di pemerintahan Kabupaten Lahat ini. Malah kedua penyidik ini berucap, bahwa proses klarifikasi dilahat ini akan berlangsung sampai hari Jumat. Dan mereka berkelit supaya awak media mencari informasi kepada pihak Kejari lahat.

“Kita belum bisa jelaskan. Silahkan saja tanya sama kepala kejaksaan negeri lahat hasilnya,” cetus Harry yang sempat ditemui awak media pada Kamis (24/4/2014) di lobi hotel Grand Zury.

Kendati belum mendapat jawaban yang pasti tentang hasil klarifikasi tersebut dari pihak penyidik Kejagung. Keesokan harinya Jumat 25/4, puluhan awak media kembali mendatangi hotel Grand Zury dengan maksud ingin mempertanyakan lagi hasil klarifikasi selama mereka berada di Lahat.

Namun ternyata, tiba dihotel tersebut. Tak ada satu orang pun penyidik Kejagung yang masih tertinggal dihotel. Sebab, semuanya sudah berangkat meninggalkan lahat, dengan tanpa memberikan sedikitpun keterangan kepada awak media, tentang hasil klarifikasi kasus dugaan penyimpangan dana Bansos, dan dana hibah yang dicairkan pada tahun 2011-2012 yang dilaporkan masyarakat Kabupaten Lahat.

Penasaran, para kuli tinta inipun bergegas menemui pihak Kejari Lahat, dengan maksud ingin mempertanyakan hasil klarifikasi oleh pihak Kejagung selama 3 hari berada dilahat.

Sesuai dengan permintaan Harry selaku tim penyidik Kejagung, agar mempertanyakan hasilnya kepada kepala kejaksaan negeri lahat. Kali kedua juga awak media harus kecewa, karena saat ingin menemui Helmi, SH, MH selaku Kajari lahat. Salah seorang stapnya mengatakan bahwa Helmi belum bisa ditemui.

“Saya takut dimarah oleh pak Kajari, coba bapak tanya saja dengan pak Edi Hermansyah, yang menjabat Kasi Pidsus,” ujar stap Kejari Lahat ini.

Sementara itu, Edi Hermansyah, SH saat ditemui, tidak ada diruang kerjanya. Bahkan saat dihubungi via telepon cellulernya, Edi tidak mau menggangkat, dan dikonfirmasi melalui pesan singkat pun Edi tidak memberikan jawaban. Sehingga tak satupun keterangan didapat awak media tentang hasil klarifikasi dugaan korupsi dana Bansos tahun 2011-2012 di Kabupaten Lahat ini.

 

Teks     : JUMRA ZEFRI

Editor    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster