Diduga Perolehan Suara Digelembungkan

 393 total views,  6 views today

ilustrasi

ilustrasi

PALEMBANG -Hasil rekapitulasi suara hasil Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April lalu di tiga kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel) yakni Musi Rawas (Mura), Empat Lawang dan Banyuasin, diduga digelembungkan.

Penggelembungan suara itu menurut Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, Zulfikar, diduga dilakukan tiga penyelenggara pemilu di tiga tersebut yakni mulai dari Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Laporannya sudah kita terima dari salah satu partai politik (parpol), saat ini laporan itu sedang kita dalami. Kita akan melakukan koordinasi dengan Penegakan Hukum Terpadu Pemilihan Umum (Gakumdu) Sumsel,” kata Zulfikar yang dibincangi disela-sela rekapitulasi suara tingkat provinsi di KPU Sumsel, Minggu (27/4).

Rencananya jelas Zulfikar, besok (Senin), Bawaslu akan memanggil Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tiga kabupaten tersebut untuk menindaklanjuti laporan dari salah satu parpol, yang menduga ada penggelembungan suara tersebut.

Zulfikar belum dapat menyatakan, apakah laporan tersebut menyangkut rana pelangaran pemilu atau pidana pemilu, karena menurutnya Bawaslu masih menunggu dari hasil kajian yang akan dilakukan nanti. ”Apakah itu pelanggaran administrasi atau pidana, kita belum tahu karena menunggu hasil kajian dari Gakumdu,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumsel, Novran Marjani menyebut ada dugaan hasil temuan partainya, diduga rekapitulasi suara di Kabupaten Empat Lawang telah digelembungkan.

Sebab kata Novran, perolehan suara empat parpol bertambah sedangkan delapan parpol, suaranya berkurang. Itu tegas Novran, berbeda dengan hasil pleno KPU Empat Lawang, saksi parpol dan Panwaslu setelah membuka kotak suara yang berisikan data DA1

”Di dalam kotak yang berisikan amplop DA1 yang dikerim ke KPU Sumsel isinya kosong, karena setelah dibuka dalam amplop tersebut tidak ada stempel dan penjumlahan suara ke kiri dan ke bawah. Sehingga DA1 Muara Pinang tidak asli, oleh karena itu kami meminta KPU untuk mengembalikan suara yang sebenarnya,” desak Novran.

“Selain itu, jumlah suara sah dan tidak sah tidak sama dengan pleno. Jumlah mata pilih juga tidak sama, sehingga hal ini terindikasi terjadi penggelembungan suara. Jika ini tidak diselesaikan, kami akan melaporkan persoalan ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” ancamnya.

Sementara indikasi penggelembungan suara di Mura sebut Novran, terlihat dengan hasil perolehan suara yang dimiliki parpol dan hasil pleno KPU Mura sangat berbeda. “Ada dugaan penyelenggara melakukan manipulasi suara atau pengelembungan suara, terutama di Kecamatan Rawas Ilir dan Muara Rupit,” tukasnya.

 

Teks     : DICKY WAHYUDI

Editor    : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster