Awas, Gagal Tanam Izin Dicabut…!

27 total views, 3 views today

ilustrasi

ilustrasi

KAYUAGUNG – Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) sekaligus Ketua Tim Terpadu penyelesaian sengketa lahan dan tapal batas OKI, M Rifa’i menegaskan jika terbukti bersalah dan tidak membuat tata kelola air dengan baik sehingga menyebabkan petani di 3 kecamatan gagal tanam selama 5 tahun belakangan ini, maka pihaknya akan mencabut izin operasional perusahaan tersebut.

“Saat ini petani di tiga kecamatan, yakni kecamatan Pamapangan, SP Padang dan Jejawi gagal tanam selama 5 tahun belakangan ini, akibat debit air sawah lebak yang tidak kunjung surut, diduga setelah ada beberapa perusahaan kelapa sawit masuk,   apa bilah perusahaan  terbukti bermasalah dengan membuat tata kelola air dengan baik, maka kita cabut izin operasional perusahaan tersebut,” jelas M Rifa’i.

Wabup pun akan turun langsung  ke lokasi melihat langsung tata kelola air masing perusahaan. Saat ini ia sudah kumpulkan copy peta tatakelola air masing perusahaan, seperti dari PT Gading Cempaka, PT waringin Agro Jaya dan PT  Rambang Agro Jaya, selanjutnya kami akan turun kelapangan melihat secara langsung. Nantinya, tata kelola air dari beberapa perusahaan dianalisa.

“Yakinlah bahwa pemerintah berada di tengah-tengah tidak memihak siapapun, kita berharap kedepan petani sawah lebak di tiga kecamatan tersebut bisa melakukan aktivitas tanam padi seperti biasa, sehingga dapat membantu produksi padi kabupaten OKI,” ungkapnya.

Bahtiar, Manajemen PT Gading Cempaka mengatakan, bahwa tata kelola air dilahan perusahaan sudah ditata.

“Kami berusaha menata, mulai arus air, pembuatan kanal  dan lain-lainya, Kita juga memburtuhkan air, untuk transportasi dan menjaga air tetap ada untuk kebutuhan kebun,” ujarnya.

Sementera itu menurut manajemen PT Waringin Agro Jaya, Romi Candra, bahwa perusahaannya tidak membuang air keluar.

“Kita   membuat tanggul keliling, sehingga air tidak keluar, kita sudah mebuat kanal, air yang masuk menggenangi lahan petani bisa masuk ke areal kebun kami, sehingga kedalam air di sawah petani berkurang, tetapi masih ada kurang singkron perusahaan yang berada di dataran atas wilayah kami, untuk tata kelola airnya,” jelasnya.

Gagal tanam padi bagi masyarakat di tiga kecamatan yakni Sirah Pulau Padang, Pampangan dan Jejawi, Kabupaten OKI sudah berlangsung hampir 5 tahun belakangan ini.

Permasalahan yang dihadapi para petani, Debit air yang tinggi menggenangi persawahan dan tidak kunjung surut, hal itu diduga disebabkan masuknya perusahaan yang diduga menjadi penyebab kegagalan tanam.
Menurut perwakilan warga Sirah Pulau Padang, Nawawi, pemerintah seharusnya mencarikan solusi agar kegagalan tanam yang dialami petani ini tidak berkepanjangan.

“Ini sudah memasuki tahun kelima, jika kami selalu gagal tanam, kami dan keluarga mau makan apa, sementara mayoritas pencarian masyarakat di 3 kecamatan ini adalah petani,” ujar Nawawi.

Nawawi meminta kepada perusahaan yakni PT Waringin Agro Jaya, PT Rambang Agro Jaya, PT Gading Cempaka dan perusahaan lainnya yang beroperasi di 3 kecamatan tersebut untuk membuatkan pintu air agar aliran air dari perkebunan perusahaan tidak menggenangi persawahan warga.

“Kami minta perusahaan memperjelas perbatasan antara tanah perusahaan dengan sawah warga. Kedua penutupan pintu air di Desa Belanti SP Padang dan ketiga pembangunan drainase di Desa Ulak Jermun yang jebol,” ungkapnya.

 

Teks     : DONI AFRIANSYAH

Editor    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com