Sekolah Kekurangan Meubeler dan Ruang Kelas

 333 total views,  2 views today

MUARAENIM – Dua sekolah di Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), Kabupaten Muaraenim yakni SD Negeri 6 dan 18, mengeluhkan minimnya meubeler dan ruang kelas di sekolah tersebut. Di SD Negeri 6 misalnya, hanya ada lima ruang kelas dan tidak memiliki ruang guru serta ruang kepala sekolah.  Hal yang sama terjadi di SD Negeri 18.

Akibatnya, dua sekolah tersebut terpaksa memanfaatkan salah satu ruang kelas, untuk dibagi dua yang dipakai untuk ruang belajar kelas satu dan kelas dua. Sementara untuk ruang guru dan kepala sekolah, memanfaatkan salah satu ruang kelas.

“Mau tidak mau, ada ruang kelas yang kita bagi dua. Itu terpaksa kita lakukan, karena guru dan kepala sekolah tidak memiliki ruangan,” kata Ergondi, salah satu guru di SD Negeri 6 SDL ketika dibincangi Kabar Sumatera, Jumat (25/4/2014).

Tidak hanya kekurangan ruangan, di sekolah tempatnya mengajar tersebut menurut Ergondi, juga kekurangan meubeler. Meubeler yang ada saat ini sebutnya, sudah banyak yang rusak dan mendesak untuk diganti.

“Meja dan kursi, sudah banyak yang tidak layak pakai. Kita kuatir,  jika terus digunakan suatu saat bisa menciderai anak didik kita. Tetapi karena hanya itu yang kita miliki, terpaksa digunakan. Tidak mungkin kita meminta anak-anak duduk di lantai, saat jam belajar,” ujarnya.

Kondisi kurangnya meubeler dan ruang kelas tersebut, kata dia, sudah terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Pihaknya sangat mengharapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muaraenim, untuk membantu “Karena mendesak, jadi kami sangat mengharapkan itu,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 18 SDL, Sukdan. Menurutnya,  ia terpaksa membagi salah satu ruangan di sekolah tersebut menjadi dua ruangan, yang dipakai untuk ruang belajar bagi siswa kelas satu dan dua. Sebab jelasnya, ada satu ruangan yang dipakai sebagai ruang belajar Taman Kanak-kanak (TK) “Memang kita memiliki enam lokal, tapi satu ruangan kita pakai untuk TK,”ungkapnya.

Sedang untuk meubeler sebutnya, kekurangan di sekolah tersebut terjadi untuk siswa kelas satu dan dua. Walaupun masih tetapi kondisinya, sudah sangat tidak layak. “Kita khawatir terjadi apa-apa, kalau anak-anak menggunakan meubeller yang rusak,” tukasnya.

 

Teks     : SISWANTO

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster