Limbah Rumah Tangga Tumpah ke Jalan

 280 total views,  2 views today

Warga Rt 11, 12, 13 dan 14 saat bertemu Lurah Talang Ubi Timur membahas parit di Jalan Merdeka

Warga Rt 11, 12, 13 dan 14 saat bertemu Lurah Talang Ubi Timur membahas parit di Jalan Merdeka

PALI – Akibat tidak adanya saluran air (parit) di sepanjang Jalan Merdeka Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), limbah rumah tangga tumpah ke jalan.

Alhasil, warga yang bermukim di sepanjang jalan tersebut khusunya di wilayah RT 11, 12, 13 dan 14, mengeluhkan bau tak sedap.

Warga mendesat, pihak terkait untuk segera membangun parit agar limbah tersebut tidak tumpah atau menggenangi jalan.

Ketua RT 12, Kelurahan  Kelurahan Talang Ubi Timur, Jumadi Usman, membenarkan jika adanya keluhan dari warganya yang merasa terganggu akibat busuk air yang mengalir di sepanjang jalan tersebut.

“Saya sudah sering dapat keluhan. Sudah saya umumkan agar warga dapat menggali sendiri siring di depan rumah masing-masing untuk sementara. Tapi sepertinya masyarakat tidak bisa di ajak kerjasama. Makanya kami minta turunkan tim dari kelurahan untuk meninjau,” terangnya.

Sementara itu, Lurah Talang Ubi Timur, Hairullah didampingi  beberapa orang staff serta Ketua RT setempat meninjau langsung lokasi tersebut.

“Kita melakukan peninjauan untuk merespon keluhan masyarakat. Karena ada bekas timbunan yang menutupi aliran air, sehingga tidak mengalir secara optimal. Dan juga menimbulkan bau tidak sedap,” ungkap Hairullah saat dibincangi di sela-sela peninjauan.

Pihaknya, lanjut Lurah, akan segera mengambil langkah  agar keluhan yang dirasakan masyarakat dapat teratasi. “Ya, nanti kita akan ambil langkah, tapi masih kita pikirkan dulu. Sebab ini kan menyangkut meterial. Apakah nanti akan kita lakukan gotong royong, atau bagaimana. Yang jelas nanti akan kita libatkan masyarakat untuk berembuk,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan warga, kata Lurah, siring di sepanjang Jalan Merdeka tersebut menjadi rusak dan menyebabkan aliran air menjadi tidak mengalir secara optimal lantaran adanya penggalian pipa PDAM yang dilakukan beberapa waktu lalu. “Setelah digali, kondisinya tidak balik asal,” imbuhnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk mendukung langkah teknis yang akan dilakukan nantinya guna mengatasi hal tersebut. “Nanti kita akan rapatkan, sehingga harapan kami mereka mendukung,” ujarnya.

 

Teks     : Indra Setia Haris

Editor    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster