Kotak Suara Mura Dibuka

 226 total views,  2 views today

Ilst. Kotak Suara

Ilst. Kotak Suara

PALEMBANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, untuk melakukan rekapitulasi DA 1 diseluruh tingkat, untuk rekapitulasi suara di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Pasalnya, Bawaslu menilai ada indikasi penggelembungan suara. Indikasi itu kata Ketua Bawaslu Sumsel, Andika Pranata Jaya, terlihat dengan tidak sesuainya hasil pleno KPU Mura dengan data rekapitulasi yang dimiliki saksi partai politik (parpol) dan calon anggota DPD.

Karenanya kata Andika, rekapitulasi harus dilakukan dengan membuka kotak suara DPRD provinsi, DPR RI dan DPD. “Rekapitulasi itu, harus dilakukan dengan cara membuka kotak suara di seluruh kecamatan, karena terjadi perselisihan antara rekapitulasi KPU dengan saksi parpol,” jelas Andika.

“Untuk mengefesiensi waktu, maka rekapitulasi Mura harus dilakukan di ruangan terpisah, namun tetap berada di gedung KPU Sumsel,” ucapnya saat dibincangi disela-sela rekapitulasi suara yang dilakukan KPU Sumsel, Jumat (25/4/2014).

Sementara, Ketua KPU Sumsel, Aspahani menyebut menerima rekomendasi Bawaslu Sumsel tersebut, sehingga rekap yang dilakukan ditempat terpisah tidak menyalahi aturan, karena rekapitulasi KPU Sumsel sudah diminta oleh KPU pusat.

“Kita terima semua masukan, sehingga persoalan-persoalan ini dapat dituntaskan.  KPU Sumsel, tidak akan menutup-nutupi hasil rekap namun semua dilakukan secara transparan dan terbuka, sehingga peneyelegara tidak dipersalahkan oleh publik,” ungkap Aspahani.

Menurut Aspahani dengan adanya rekapitulasi ini, dapat memberikan rasa keadilan bagi peserta pemilu, dan jika nantinya ada yang merasa tidak menerima dengan hasil rekap ini dapat mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK)

Dibincangi terpisah, saksi dari Partai Gerindra, Novran Marjani mendesak KPU Sumsel agar melakukan  rekapitulasi  suara untuk Mura, dilakukan secara transparan. Karena jelasnya, data hasil perolehan suara yang dimiliki parpol dan hasil pleno KPU Mura sangat berbeda.  “Ada indikasi, hasil rekapitulasi ini dimanipulasi atau digelembungkan terutama di Kecamatan Rawas Ilir dan Muara Rupit,” desak Novran.

Desakan yang sama juga disampaikan saksi Partai NasDem, Suparman Roman. Tak hanya m meminta rekapitulasi itu dilakukan secara terbuka, ia juga meminta Bawaslu Sumsel untuk menjerat komisioner KPU Mura dengan pelanggaran pidana bukan hanya pelanggaran administrasi saja.  “Ini harus dituntaskan, karena perolehan suara Partai NasDem tidak sesuai dengan rekap yang ada di pleno KPU Mura,” tegasnya.

Pantauan Kabar Sumatera, memasuki hari ketiga rekapitulasi tingkat provinsi, sudah 10 rekap kabupaten/kota yang sudah tidak ada lagi persoalan, sehingga menyisakan enam kabupaten/kota lagi yaitu kota Palembang, Lubuk Linggau, kabupaten Musi Rawas, OKI, Muba dan Empat Lawang.

 

Teks     : DICKY WAHYUDI

Editor    : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster