BLH Terima 11 Laporan Terkait Pencemaran Lingkungan

 337 total views,  2 views today

blh

Badan Lingkungan Hidup

PALEMBANG – Sepanjang Januari-April tahun ini, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Palembang mencatat ada 11 pengaduan masyarakat terkait pencemaran lingkungan yang masuk. Yang terbaru adalah kebocoran pipa minyak mentah milik PT Pertamina di kawasan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning, Palembang beberapa waktu lalu.

“Warga disana mengeluhkan minyak mentah yang masuk ke anak Sungai Bendung, sehingga air di sungai tercemar dan tidak bisa digunakan,” kata Kepala BLH Kota Palembang, Thabrani ketika dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (25/4/2014).

Laporan itu menurut Thabrani, sudah ditindaklanjuti BLH. Pertamina terang Thabrani, sudah diminta untuk membersihkan anak Sungai Bendung, dari limpahan minyak mentah akibat kebocoran pipa mereka.

“Hasil uji labortorium yang kita lakukan, sebenarnya air di anak Sungai Bendung tersebut masih bisa digunakan dan tidak tercemar. Walau pun begitu, PT Pertamina sudah membersihkannya,” ucapnya.

Sementara di bulan ini beber Thabrani, BLH menerima dua pengaduan terbaru sehingga total pengaduan yang masuk di April mencapai tiga pengaduan. Pengaduan itu terkait dengan limbah rumah makan. Misalnya, pengaduan masyarakat di Kelurahan 18 Ilir, yang mengadukan RM Martabak HAR yang ada di depan Masjid Agung.

Masyarakat disana jelasnya mengeluhkan, limba dari RM tersebut yang tidak tertampung sehingga mengotori jalan serta menimbulkan aroma tidak sedap. “Dari laporan itu, langsung  kita kroscek di lapangan dan sudah diselesaikan. Saat ini, tidak ada masalah lagi, dengan limbah tersebut,” akunya.

Pengaduan lainnya,  adalah keberadaan Hotel Harmony yang berada di Jalan Sudirman. Hotel tersebut dinilai masyarakat, menimbulkan suara yang mengganggu. Menurutnya, sebuah hotel tidak boleh melakukan itu, karena dalam aturan suara hanya maksimal sampai 70 desibel.  “Warga protes, kalaupun suara tetap hidup, bisa diberikan tenggang waktu. Maksudnya setiap satu jam sekali dimatikan, sehingga tidak membuat warga sekitar resah,”imbuhnya.

Thabrani membeberkan, dari 11 pengaduan yang masuk ke BLH tersebut di dominasi permaslaah perumahan yang tidak menyediakan drainase. Sehingga apabila hujan tinggi, warga sekitar perumahan, akan mendapati genangan air. “Ada enam pengaduan yang masuk, terkait persoalan tersebut,” urainya.

Dalam kesempatan tersebut, Thabrani menghimbau masyarakat jika mengeluhkan persoalan lingkungan yang terjadi ditempat tinggalnya bisa melapor ke BLH. Setiap laporan yang masuk janji Thabrani akan ditindaklanjuti. “Paling lama satu hari, laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti. Jadi tidak perlu ragu, melaporkan jika ada persoalan lingkungan yang terjadi ke kita,” tukasnya.

 

Teks     : ALAM TRIE PUTRA

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster