Sekda OKU Kumpulkan Dana Pencalonan Eddy

 232 total views,  2 views today

PALEMBANG – Dua tersangka Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dana Batuan Sosial (Bansos) tahun 2008, Eddy Yusuf dan Yulius Nawawi, kembali dihadirkan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (24/4/2014).

Dari keterangan dua saksi yang dipanggil Jaksa Penuntut Umum (JPU), Bimo suprayoga, mengatakan, saat Eddy Yusuf mencalonkan diri menjadi Wakil Gubernur Sumsel, Syamsir Djalib (sudah divonis) yang saat itu menjabat Sekda OKU mengumpulkan beberapa kepala dinas (Kadin) di Pemkab OKU.

Pada pertemuan itu, Syamsir meminta sejumlah kadin memberikan sumbangsih terhadap pencalonan Eddy, yang kini menjadi terdakwa Dana Bansos OKU 2008.

Dari dua saksi yang dipanggil, yakni Ahmad Rivai dan Suharmastro, diketahui adanya pemberian bantuan sukarela untuk pencalonan Eddy menjadi Wagub Sumsel.

“Saya membantu membuatkan stiker dengan total biaya Rp 14,5 juta. Sebagian stiker dibagikan kepada masyarakat, ada yang ditempelkan di tempat-tempat umum,” kata Rifai.

Sementara Suharmastro mengatakan, dirinya pernah menyumbang Rp 8 juta untuk pencalonan Eddy. Uang itu dirogoh dari kocek pribadi dan diserahkan kepada sugeng (sudah divonis).

“Itu sumbangan sukarela dari saya dan tidak ada paksaan. Saya juga tidak dijanjikan apa-apa dan tidak ada yang saya tagih dari Eddy,” kata mantan Kadis Kesehatan OKU ini.

Seorang saksi lainnya, Suhut, merupakan koordinator kampanye Eddy dari Desa Tanjung Makmur. Dikatakannya, ia membantu pergerakkan massa untuk pertemuan dengan warga di Unit II Desa Tanjung Makmur.

“Saya diminta oleh Budo Sulasmono dan diberi uang Rp 24 juta. Uangnya sudah saya bagikan ke masyarakat dan uangnya diberi oleh Budi,” kata Suhut.

Terkait keterangan Rivai dan Suharmastro, Eddy menampiknya. Ia sama sekali tidak tahu kalau ada perkumpulan yang membahas membantu dirinya menjadi Cawagub Sumsel. “Kalau untuk pertemuan, memang ada. Namun, terkait uang, saya tidak tahu,” kata Eddy.

Usai Eddy menjalani sidang, tiba giliran Yulius Nawawi mendengarkan keterangan saksi. Bupati OKU yang juga menjadi terdakwa dugaan tipikor Dana Bansos OKU 2008 ini juga mendengarkan ketiga saksi yang sebelumnya sudah memberikan keterangan untuk Eddy.

Ketiga saksi memberikan keterangan yang sama terhadap Yulius. Rivai dan Suharmastro mengatakan adanya perkumpulan sejumlah kadin untuk membantu pencalonan Eddy.

Sementara Suhut mengatakan adanya pertemuan warga saat Alex  Noerdin mengunjungi OKU untuk mensosialisasikan Eddy sebagai pasangannya menjadi Cawagub Sumsel.

“Seluruhnya saya tidak tahu. Itu tidak ada kaitannya sama saya, baik saat menjadi Wakil Bupati OKU maupun saat saya sudah menjadi Bupati OKU,” tegas Yulius.

Majelis hakim tipikor yang diketuai Ade Komaruddin menunda sidang. Sidang dilanjutkan Senin (28/4) dengan agenda masih keterangan saksi.

Seperti sidang-sidang sebelumnya, sidang yang dijalani Eddy dan Yulius disaksikan banyak kerabat. Tampak, di kursi penonton ruang sidang ada Suzana selaku isteri Eddy, Rumialis selaku isteri Yulius, dan kerabat yang lain. Bahkan, kerabat Yulius datang jauh-jauh dari Baturaja untuk menyaksikan langsung sidang.

Teks     : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster