Pungutan Dana Berdalih Rapat OSIS

 238 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

KAYUAGUNGBanyak jalan menuju Roma, sepertinya pepatah yang selalu digunakan untuk memotivasi seseorang menuju jalan kesuksesan ini. Juga bisa digunakan dalam pemungutan dana di sekolah. Salah satunya yang terjadi di SMPN 1 Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Rencana pihak sekolah untuk melaksanakan perpisahan untuk siswa kelas 3, pada 22 Mei mendatang, sepertinya menuai protes dikalangan orang tua siswa. Pasalnya pihak orang tua merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan untuk penggalangan dana acara perpisahan tersebut.

Salah satunya Ari, warga Kayuagung, salaku orang tua siswa, mengatakan, seperti biasanya mekanisme dalam pemungutan dana untuk kegiatan, dilakukan melalui rapat yang diketahui komite sekolah dan mengundang para orang tua.

”Nah, ini tidak, tahu-tahu siswa bicara dengan orang tua, bahwa di sekolah akan kumpul duit untuk perpisahan,”kata Ari.

Menurut Ari, sebagai orang tua dirinya bukan tidak mau berpartisipasi, namun alangkah baiknya, pelaksanaan rapatnya melibatkan orang tua siswa biar jelas. Dan tidak ada kecurigaan.

“Ya kita tetap dukung hal yang positif tersebut, kalau rapatnya melibatkan orang tua siswa,” ujarnya.

Kepala SMPN 1 Kayuagung, Maryadi SPd, saat dikonfirmasi kemarin, menyangkal pihaknya melakukan pungutan liar terhadap siswa. Menurutnya pengambilan keputusan untuk menggelar kegiatan perpisahan siswa di sekolahnya yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei nanti, telah sesuai prosedur. Karena dalam hal ini kata dia, semua ide untuk menyelenggarakan kegiatan adalah anggota OSIS, dalam hal ini tidak ada campur tangan kepala sekolah ataupun komite.

”Memang bukan rapat komite, itu rapat OSIS yang kami sendiri tidak ikut-ikutan, artinya ini kebijakan siswa sendiri yang mau mengadakan acara,” kata Maryadi.

Dikatakan Maryadi, jadi hasil rapat tersebut, biarlah siswa yang menceritakan kepada orang tuanya masing-masing. Di mana dari hasil rapat OSIS itu, sambung Maryadi, diputuskanlah pungutan, untuk kelas 1, Rp25 ribu, untuk siswa kelas 2, Rp35 ribu dan untuk siswa kelas 3, Rp75 ribu.

“Jadi itu bukan keputusan komite ataupun pihak sekolah, melainkan hasil rapat dan keputusan siswa sendiri,” tandasnya.

 

Teks     : DONI AFRIANSYAH

Editor    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster