Pembanguan Musi IV Tetap Jalan

 255 total views,  2 views today

proyek duplikasi jembatan musi II

proyek duplikasi jembatan musi II

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), memastikan jika pembangunan Jembatan Musi IV, tetap berjalan sesuai jadwal meski saat ini ada protes yang dilancarkan oleh sebagian masyarakat.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Sumsel saat dibincangi di Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (24/4).  “Musi IV terus berjalan, rencananya tahun ini akan dimulai pembangunannya dan akan selesai pada 2016 akhir atau selambat- lambatnya bisa dioperasikan pada 2017 awal. Penolakan itu akan kita koordinasikan lagi, yang jelas wali kota, sudah menjamin untuk membantu proses pembebasan lahannya,” kata Rizal, kemarin.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terang Rizal, saat ini sudah melakukan sosialisasi dengan masyarakat di sekitar kawasan tempat pembangunan Jembatanan Musi IV tersebut. “Yang jelas, kita minta masyarakat untuk mengerti bahwa jembatan ini sudah sangat diperlukan.  Selain itu tidak seluruh rumah juga, yang terkena ini pembebasan,” ujarnya.

Rencananya terang Rizal, Jembatan Musi IV tersbeut akan dibangun sepanjang 2.200 meter dengan lebar tujuh meter serta memiliki dua jalur. Adapun kawasan yang akan dilalui yakni Jalan Perintis Kemerdekaan, melalui Perkantoran Dinas PU Kota Palembang, kawasan 14 Ulu, Jalan Jaya Indah dan berakhir di Jalan A Yani, Plaju.

Sumber dana pembangunan jembatan ini berasal dari APBN sebesar Rp200 miliar. Ditargetkan selesai pada 2016. Sebelum pembangunan dilakukan, Dinas PU BM Sumsel sebutnya, telah melakukan Feasibility Study (FS), Analisi Dampak Lingkungan (Amdal), , Larap, dokumen perencanaan pengadaan tanah, Detail Engineering Design (DED) dan rencana pembebasan lahan.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri menambahkan, pembangunan Jembatan Musi IV itu sangat mendesak, untuk mengurai kemacetan di Kota Palembang.

Jika jembatan itu selesai dibangun maka sebut Ruslan, masyarakat bisa memiliki jalan alternatif . “Sekarang Jalan Jendral Sudirman, masih menjadi alternatif utama bagi masyarakat jika ingin menyeberang dari kawasan Seberang Ulu (SU) ke Seberang Ilir (SI) atau sebaliknya. Sehingga jalan menjadi macet, dengan adanya jembatan ini kita harap ada pemecah arus sehingga tidak lagi ada kemacetan,” ucapnya.

Dibincangi terpisah, Ahmad Husni, warga Kelurahan 13 Ulu menegaskan ia dan masyarakat lainnya yang terkena dampak dari pembangunan Jembatan Musi IV tersebut, tetap akan menolak untuk direlokasi ke tempat yang baru. Ia juga sebutnya, tidak akan melepaskan tanah miliknya untuk dibebaskan.

Alasannya,  karena tidak siap harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru mengingat sudah banyak kegiatan rutin yang hanya bisa ditemukan disana. ”Disini ada peninggalan sejarah Kampung Haddad dan tradisi memperingati hari kematian para wali dan aulia, makam tua serta ziarah kubro yang rutin dilakukan tiap tahunnya,” tukasnya.

 

Teks     : IMAM MANSYUR

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster