Ketua KPU Muba Laporkan Saksi PPP ke Polisi

 267 total views,  2 views today

PALEMBANG – Tidak terima lantaran nama baiknya telah tercemar, Rustam Efendy (39) ywarga Desa Balai Agung, Komplek GMP 2, Gang AC Milan, RT 16, RW 05, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Banyuasin mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, Kamis (24/4/2014) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kedatanganya ke SPKT Polda Sumsel untuk melaporkan M Fadli Nasution (36), warga Jalan Jamprit 2, NO 35, RT 7, RW 14, Kelurahan Jati Waringgin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi Jawa Barat.

Kejadian tersebut berawal saat pelapor dan terlapor pada Rabu (23/4), lalu  sekitar pukul 11.45 WIB sedang rapat pleno terbuka, tentang rekapitulasi penghitungan hasil suara, tingkat provinsi diruang Media KPU Provinsi Sumsel.

Namun saat berjalannya paparan hasil perolehan suara pemilu dari Kabupaten Muba tiba-tiba terlapor yang merupakan saksi dari partai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melakukan izin intruksi pada saat rapat peleno tersebut.

Saat itu terlapor mengatakan jika KPU Kabupaten Muba sudah biasa melakukan kecurangan dan pengelembugan suara Setiap kali pelaksanan pemugutan suara. Selanjutnya diteruskan dengan permintaan pelapor untuk menjawab pertanyaan terlapor  dengan jujur tentang status Ketua KPU Kabupaten Muba yang merupakan adalah adik kandung dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Muba.

Lantaran hal tersebut pelapor merasa baiknya di rusak dan difitnah oleh pelaku, atas kejadian tersebut pelapor megadukan ke Polda Sumsel, dan berharap laporan segera ditindak lanjuti sesuai pasal yang berlaku.

Ditemui usai membuat laporan, Rustam Efendy mengatakan kedatanganya guna melaporkan M Fadli Nasution karena saya merasa nama baiknya sudah dirusak.

“Dia (terlapor) telah mencemarkan nama baik saya secara pribadi dan kelembagaan karena Fadli telah memfitnah kami jika kami memang sering melakukan pengelembugan suara. Padahal hal tersebut tidak pernah kami lakukan,” kata Rustam.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova membenarkan adanya laporan korban.

“Laporan kami terima dengan nomor laporan LPB/338/IV/2014/SUMSEL. Akan kami tindaklanjuti, jika terlapor terbukti bersalah bisa kita kenakan Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan fitnah,” pungkas Djarod.

 

Teks     : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster