Kadis PU PALI Ancam Wartawan Beserta Anak dan Istri

 468 total views,  2 views today

PALI – Tidak senang akan dikonfirmasi terkait adanya proyek yang tidak memiliki papan nama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Feri Holy mengancam seorang wartawan, Indra Setia Haris dari Harian Umum Kabar Sumatera, yang bermarkas di Kota Palembang.

Ironisnya, sang kepala dinas beserta staff dan orang tidak dikenal bukan hanya mengancam wartawan, melainkan juga mengancam anak dan istrinya.  Merasa terancam, Indra melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Talang Ubi, Kamis (24/4/2014), kemarin.

Laporan tersebut dengan nomor LP/B-167/IV/Sumsel/Res Muara Enim/Sek Talang Ubi.

Informasi dihimpun, awal pengancaman bermula saat Indra dari HU Kabar Sumatera bersama Heru Febian wartawan Sumatera Ekspres dan Huhammad Wiwin dari Rakyat PALI, hendak meminta konfirmasi kepada Kadis PU Feri Holy, terkait tidak adanya papan proyek-proyek yang dikerjakan melalui Dinas PU Kabupaten PALI, Kamis (24/4/2014).

Namun sayangnya, pejabat tersebut idak berada ditempat, begitupun beberapa pejabat lainnya. Rupanya, Kadis PU Heri Holy tidak senang ada wartawan mengkonfirmasi prihal tersebut.

Sekitar pukul 14.00 WIB,  Kadis PU bersama enam orang lainnya melakukan upaya penghadangan terhadap Indra di dalam Komplek Pertamina Pendop dengan melintangkan mobil miliknya.

Disanalah, aksi arogan sang kepala dinas mulai muncul, dengan menunjuk-nunjuk wajah wartawan sambil memberikan ancaman dan menantang sehingga, terjadilah adu mulut diantara wartawan bersama enam orang, yang berpostur tinggi tegap, dan bercelanakan loreng layaknya seorang TNI.

Ancaman tersebut ternyata bukan hanay ditujukan kepada sang wartawan, bahkan keluarga wartawan yakni anak dan istri juga diancam. Bahkan, tempat tinggalnya pun sempat didatangi orang tidak dikenal.

Indra mengatakann, tempat tinggal dirinya dan isterinya, sempat didatangi oleh staf Dinas PU Kabupaten PALI. “Tempat kost saya, dan isteri saya yang sedang menjaga anak saya yang sedang dirawat dirumah sakit juga didatangi orang PU yang ingin mencari saya. Jadi bukan hanya saya, keluarga saya saat ini merasa terancam,” lanjutnya.

Menurut Indra, ancaman tersbeut dinilai mengintervensi terhadap wartawan yang sedang melakukan tugas peliputan. “Saya tidak terima, tidak selayaknya kepala dinas seperti itu. Kita hanya bertugas, dan berita kita mengenai pekerjaan PU. Jadi, kita harus meminta konfirmasi, apabila tidak mau menjawab ya tidak apa-apa. Tapi jangan arogan seperti itu, dan saya merasa terancam,” ujar indra.

Untuk itu, dirinya terpaksa melaporkan kejadian ini, ke Polsek Talang Ubi, lantaran dirinya dan keluarga saat ini merasa terancam keselamatannya. “Saya harus melaporkan ini, karena saya dan keluarga merasa terancam keselamatannya. Saya minta perlindungan hukum atas kejadian ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP M Aris, melalui Kapolsek Talang Ubi, AKP Zai’an ZL membenarkan adanya laporan pelapor, sesuai dengan LP/B-167/IV/sumsel/Res Muara Enim/Sek Talang Ubi, tentang perbauatan tidak menyenangkan, yang dilakukan oleh Kepala Dinas PU Kabupaten PALI.

“Benar, kita telah terima laporan tersebut. Secepat mungkin akan kita tindaklanjuti dan dalam waktu dekat akan memanggil terlapor,” tegasnya.

Sementara itu, Ir Feri Holi sendiri mengaku khilaf. “Saya baru tiba dikantor tiba-tiba nerima laporan ada wartawan mengamuk di kantor. Makanya saya emosi. Saya akui saya khilaf,” singkat Feri.

 

Teks     : Junaedi Abdillah

Editor    : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster