Pria Paruh Baya Setubuhi Bocah SD

 317 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

KAYUAGUNG – Seorang pria setengah baya di desa Sri Menang Kecamatan Pampangan Kabupaten OKI nekad menyetubuhi pelajar kelas 1 SD berusia 6,5 tahun  sebuh saja namanya Bulan. Aksi nekad tersebut dilakukan pelaku di sebuah bangunan rumah kosong sekitar 20 meter dari kediamannya.

Pelaku dimaksud bernama Amir bin Asim (50), warga desa sri Menang Kecamatan Pampangan yang kesehariannya sebagai petani di desa tersebut.

Peristiwa yang terjadi Selasa (22/4/2014) pukul 17.00 WIB tersebut mengakibatkan Bulan trauma dan sedikit takut saat berjumpa dengan orang lain terutama saat bertemu dengan pelaku Amir bin Alim yang belum memiliki keturunan ini.

Informasi yang berhasil diperoleh, kejadian berawal ketika korban seperti biasa  pulang dari kediaman kakeknya yang rumahnya sekitar 100 meter dari kediaman korban. Ketika itu pelaku Amir baru saja selesai mandi dan tiba-tiba melihat korban berjalan sendirian. Melihat kemolekan tubuh korban yang ketika itu sedang seksi pelakupun bergegas mendekati korban.

Dengan menggunakan celana pendek dan dibalut kain mandi, pelakupun langsung menghampiri korban dan menarik sambil menggendong korban menuju  SDN 1 Sri Menang dan mengarah ke tiang bendera halaman sekolah tersebut.

Merasa aman dan tidak ada warga yang melihat, pelakupun langsung mengajak korban berlalu menuju sebuah banagunan rumah kosong yang berjarak sekitar 20 meter kediaman pelaku.  Merasa sudah berat di ujung, pelakupun membuka celana korban.

Korban yang merasa kenal dengan pelaku dan masih bocah ingusan tersebut menuruti kemauan pelaku, tanpa piker panjang pelaku yang sudah kerasukan setan tersebut langsung membuka celananya dan meletakan korban di atas kemaluannya sambil kedua kakinya dikangkangnya di kemaluan pelaku.

Setelah berapa  menit aksi tersebut berhasil, pelakupun akhirnya menemui puncaknya da mengeluarkan cairan dari kemaluan pelaku.

Pelaku bergegas dan mengantarkan korban pulang ke rumahnya dan dengan perasaan tanpa dosa selanjutnya pelaku pulang ke rumahnya. Bocah 6,5 tahun tersebut ternyata malam harinya bercerita kepada kakak perempuannya,  selanjutnya korban dan kakak perempuannya menceritakan peristiwa tersebut kepada kedua orangtuanya.

Seperti disambar petir, kedua orangtuanya berang dan keesokan harinya orangtua korban bernama Marwan alias Shogun mendatangi Polres OKI dan melaporkan kejadian tersebut.

Mendapat laporan tersebut, aparat unit Perlindungan Perempuan dan Anak bergegas dan membekuk pelaku dikediamannya selanjutnya dibawa ke Polres OKI.

Kapolres OKI melalui Kasat Reskrim AKP Surachman didampingi Kasubag Humas AKP halim da dan Kanit PPA, Ipda FG Marlina membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Pelakunya sudah diamankan dan sekarang sedang dimintai keterangan,” katanya.

Pelaku sendiri ditemui di ruang riksa PPA mengaku menyesal nekad melakukan aksi persetubuhan tersebut.

“Nyesal aku pak, aku khilap. Jujur aku idak masukan kemaluan aku pak soalnyo kemaluan aku nih idak tegak (beridir,red). Tanyolah dengan istri aku bentar lagi dio kesini,” akunya.

Pelaku mengaku, selepas dari hukuman yang akan diterimanya, pelaku akan pindah dari desa tersebut dan akan mendirikan rumah di daerah lain.

“Malu pak, tujuh keturunan malu ini. Nyesel aku pak,” akunya tertunduk.

 

Teks     : DONI AFRIANSYAH

Editor    :RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster