Pemberian Gelar Pengeran Raksaguna Diprotes

 1,485 total views,  4 views today

KAYUAGUNG – Pemberian gelar “Ndo Barab Pangeran Raksaguna” oleh masyarakat Pedamaran kepada Bupati OKI, Iskandar SE dan “Nyi Pangeran Raksaguna” kepada Ketua TP PKK OKI, menuai protes dari keluarga besar Pangeran Raksaguna. Pasalnya, keluarga besar menilai pemberian gelar itu terlalu cepat dan juga tanpa bermusyawarah terlebih dahulu.

Seperti dikatakan Iin Irwanto Raksaguna, selaku cicit dari Pangeran Raksaguna. Menurutnya, selaku juru bicara keluarga, dirinya beserta keluarga menilai pemberian gelar “Ndo Barap Pangeran Raksaguna” kepada Bupati OKI Iskandar SE terlalu cepat.

“Kami selaku keturunan yang sah juga tidak diajak bicara terlebih dahulu. Jadi kami merasa ini menyalahi, dimana pemberian gelar tanpa seizin pihak keluarga,” ujar Iin Irwanto Raksaguna, Rabu (23/4/2014).

Semestinya, kata dia, lembaga adat dan panitia pemberian gelar itu bermusyawarah terlebih dahulu dengan keturunan yang sah Pangeran Raksaguna, sebelum memberikan gelar kepada seseorang. “Sementara ini kami hanya menyatakan pemberian gelar itu belum pantas. Untuk selanjutnya kami selaku keluarga besar akan bermusyawarah guna menentukan langkah-langkah kedepan,” terangnya.

Ditanya mengenai keturunan dari Pangeran Raksaguna, Iin mengaku keturunan yang sah dari Pangeran Raksaguna sangat banyak, karena istri dari Pangeran Raksaguna ada 4 orang.

“Kalau saya keturunan dari M Tanjung Raksaguna, yang merupakan anak kedua dari istri kedua Pangeran Raksaguna, kalau keturunan yang lain banyak, mereka ada di Palembang, Bandung, Bangka Belitung, dan lain sebagainya,” bebernya.

Menurutnya, bukan hanya dirinya sendiri, keturunan lainnya juga merasa tersinggung karena tidak diajak musyawarah oleh lembaga adat dan panitia.

“Lembaga adat dan panitia itu seharusnya berbicara dengan kami, kami merasa tersinggung. Mereka juga tidak mendatangi rumah dimana Pangeran Raksaguna bersama istri membesarkan anak-anaknya, rumahnya masih berdiri kokoh di Desa Pedamaran 1 Kecamatan Pedamaran, tiang penyanggah rumah panggung itu berjumlah 96 tiang,” urainya.

Saat ini pihaknya tidak menuntut banyak atas pemberian gelar kepada Bupati OKI tersebut, karena akan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan seluruh keluarga besar Pangeran Raksaguna.

“Sekarang kami hanya bisa menyatakan itu, selanjutnya menunggu hasil musyawarah keluarga besar kami,” tandasnya.

Sementara itu Asisten 1 Setda OKI, Listiadi Martin SSos selaku panitia pemberian gelar tersebut ketika dihubungi tidak memberikan jawaban dan handphonenya dalam keadaan tidak aktif karena sedang berada di Yogyakarta.

Sedangkan Kabag Humas dan Protokol Setda OKI, Dedi Kurniawan  mengaku Bupati OKI, Iskandar SE menerima gelar tersebut karena tidak mengetahui jika panitia dan lembaga adat tanpa seizin keluarga besar Pangeran Raksaguna.

“Pak Bupati hanya menerima pemberian gelar itu, karena tidak mengetahui jika ada permasalahan tersebut,” singkatnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pemberian gelar pangeran kepada Bupati OKI tersebut diselenggarakan pada Kamis (3/4) di Balai Pertemuan Desa Pedamaran 3. Bupati OKI yang dianugerahi gelar diarak keliling kampung dan disambut masyarakat setempat dengan rasa kegembiraan.

Ediman Kalung Aseh, Ketua Lembaga Adat Eks Marga Danau
Pedamaran, sebelumnya mengatakan, pemberian gelar kehormatan kepada bupati OKI, sebagai Ndo Barap Pangeran Raksaguna, sangat tepat. Karena Iskandar merupakan pemimpin yang memiliki kharismatik seperti Pangeran Raksaguna dimasa kepemimpinannya selama memimpin Pedamaran.

“Kami menilai sosok Pangeran Raksaguna ada pada diri Iskandar SE,
maka kami tak salah memilih orang untuk memberi gelar kehormatan
kepada beliau,” ungkapnya.

Berdasarkan sejarah Kecamatan Pedamaran, dulunya bernama Marga
Danau, pada tahun 1873 – 1877 dipimpin seorang raja bernama Pangeran Raksaguna yang lahir di Desa Pedamaran 1. Selama 40 tahun memimpin beliau dinilai sebagai sosok pemimpin yang bijaksana dan berwibawa. Ikon peninggalan Pangeran Raksaguna berupa Masjid Jamik yang terletak di Desa Pedamaran 2 yang hingga kini masih berdiri kokoh.

Ndo Barap Pangeran Iskandar  Raksaguna dalam sambutannya,
mengatakan, dirinya merasa terharu dan kebanggaan atas dianugrahkannya gelar kehormatan Ndo Pangeran Iskandar Raksaguna kepadanya. Dan ini akan menjadi catatan sejarah bagi keluarganya yang tidak akan dilupakan kepada masyarakat di Bumi Urang Diri Pedamaran.

 

Teks     : DONI AFRIANSYAH

Editor    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster