Status Yulius Masih Menggantung

 290 total views,  2 views today

PALEMBANG – Walau Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi sudah memastikan Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara Yulius Nawawi dari jabatannya sebagai Bupati OKU, sudah ditandatanganinya.

Namun sampai saat ini, SK itu ternyata masih belum diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, sehingga belum bisa diteruskan ke Pemkab OKU. Dengan kata lain, status Yulius masih menggantung.

Menggantungnya status Yulius, apakah masih menjabat sebagai orang nomor satu di Bumi Sebimbing Sekundang atau tidak, diakui Kepala Biro (Karo) Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Sumsel, H Yusnin. Ia menyebut kepastian status Yulius itu, masih menunggu SK Mendagri.

“Gubernur sudah mengusulkan surat pemberhentian sementara Yulius Nawawi sebagai Bupati OKU ke Mendagri, tertanggal 6 April lalu. Saat ini, kita masih menunggu surat balasannya. Diperkirakan dalam waktu dekat, kita sudah menerima surat balasanya,” kata Yusnin yang dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (22/4).

Jika SK pemberhentian sementara itu keluar, maka jabatan Yulius akan diserahkan ke Wakil Bupati OKU, yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) bupati. Namun jika putusan pengadilan yang bersifat final dan mengikat nantinya memutuskan Yulius tidak terbukti bersalah, maka otomatis jabatan Bupati OKU itu diserahkan kembali ke Yulius.

“Namun jika putusan pengadilan menyebut, ia bersalah maka akan diusulkan kembali pemberhentian tetap. Ini sesuai Undang-Undang (UU), dimana apabila seorang kepala daerah atau wakil kepala daerah didakwa melalukan tindak pidana korupsi, maka gubernur memiliki hak untuk mengusulkan surat pemberhentian sementara itu,” terangnya

Walaupun begitu dipastikan Yusnin, roda pemerintahan di Pemkab OKU, tetap berjalan dan tidak akan terganggu, terlebih mengingat masih memiliki wakil bupati sebagai pelaksana tugasnya.

“Jadi secara hukum, meskipun bagi Yulius Nawawi ditahan namun bersangkutan kapasitasnya tetap sebagai bupati, pemberhentian ini sifatnya sementara sampai ada putusan pengadilan yang bersifat final dan mengikat,” tegasnya.

 

Teks     : IMAM MAHFUZ

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster