Saksi Parpol & KPU Adu Data C1

 216 total views,  2 views today

PALEMBANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, masih terus melakukan rekapitulasi suara hasil pemungutan suara Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April lalu. Dalam rekapitulasi, kemarin, diwarnai   berbagai keberatan dari saksi partai politik (Parpol). Sebagai solusi, KPU memutuskan untuk membuka C1, dan menjadikannya sebagai acuan untuk menentukan perolehan suara.

Ketua KPU Kota Palembang, Abdul Karim Nasution mengakui, data C1 yang dimiliki saksi parpol berbeda-beda, bahkan dengan yang dimiliki KPU dan Panwaslu. “Memang ada perbedaan data C1 dari tiap saksi partai politik, bahkan C 1 kita dan C 1 yang dimiliki Panwaslu Palembang juga ada beberapa yang berbeda, tetap kita sudah bersepakat bahwa yang menjadi acuan adalah C 1 milik KPU,” kata Karim.

Ia mengatakan, KPU Palembang berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ataupun keberatan saksi parpol di dalam rapat pleno tersebut. Hal ini agar dikemudian hari tidak terjadi sengketa di tingkat yang lebih tinggi. “Keberatan saksi kita layani, ini menunjukkan bahwa kita terbuka, meski memang konsekuensinya rekapitulasi berjalan lamban,” ujar Karim.

Karim mencontohkan, perbedaan C 1 yang dimiliki saksi-saksi parpol, termasuk milik KPU dan Panwaslu, terjadi di kecamatan Plaju. “Hasil rekapitulasi kelurahan tertulis 18 untuk calon, setelah kita cek di C 1 nya KPU, ternyata 8, jadi kita sepakat yang menjadi acuan adalah C1 milik KPU,” ujarnya.

Sementara itu, saksi Parpol Gerindra, Nofran Marjani mengaku prihatin dengan perbedaan data C 1 yang dimiliki masing-masing saksi parpol. Menurutnya, adanya perbedaan data C 1 tersebut mengindikasikan adanya kecurangan.

Namun, ia juga mengapresiasi KPU Palembang yang bersedia membuka data C 1 sebagai solusi dari perbedaan data C1 yang dimiliki saksi parpol. “Ternyata data C 1 itu seluruhnya berbeda-beda, bisa jadi data C 1 kita sama dengan Panwas, tetapi dengan KPU berbeda, atau dengan saksi partai lain berbeda, oleh karena itu, kita minta KPU membuka C 1 dan sepakat yang menjadi acuan C 1 milik KPU,” kata Nofran.

 

Teks     : DICKY WAHYUDI

Editor    : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster