Rekontruksi Pembunuhan Sempat Terhenti

 259 total views,  2 views today

Bambang Susanto (40) pelaku pembacokan

Bambang Susanto (40) pelaku pembunuhan

PALEMBANG – Lantaran tidak sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), rekontruksi pembunuhan Bambang Susanto (40), yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli panggul di Pasar 16 Ilir Palembang sempat terhenti hampir setengah jam.

Namun, setelah dilakukan perbaikan BAP, rekontruksi pembunuhan tersebut dilanjutkan kembali. Rekontruksi pembunuhan Bambang sendiri digelar di Polsek Ilir Timur I Palembang.

Hal itu sengaja dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam rekontruksi digelar  Selasa (22/4/2014), sekitar pukul 11.00 WIB,  sebanyak 25 adegan diperagakan. Dalam rekontruksi, terlihat pertama kali pembacokan dilakukan dalam adegan kesepuluh saat Insani bertemu dengan Bambang di Lorong Rumah Buruk tidak jauh dari pelabuhan speedboad.

Adegan pertama diperagakan saat Insani keluar dari speedboad saat berada di dermbaga, Insani melihat Bambang sedang duduk di warung kopi tak jauh dari pelabuhan tersebut.

Dilanjutkan adegan ke dua dan ketiga saat Bambang meninggalkan tempat dan dikejar oleh Insani melalui lorong yang berbeda, saat keduanya bertemu Insani langsnung membacok kepala Bambang dan mengenai bagian kening.

Bambang yang masih sangup melawan langsung mencekik dan mendorong Insani hingga terjatuh, saat keduanya bergulat datang Kiki membantu Insani dan menusuk dada Bambang dengan mengunakan pisau yang dikasih oleh Insani sebelum kejadian, kejadian ini di peragakan pada adegan ke-16.

Setelah mendapat tusukan, merasa tak sanggup menandingi tenaga keduanya Bambang berlari menuju pelabuhan guna meminta bantuan, namun pelarianya malah seperti menyerahkan nyawanya.

Setibanya di pelabuhan,  Bambang menerima pukulan dari Apandi yang merupakan adik kandung Insani, setelah menerima pukulan tersebut Bambang langsung terjatuh ke dalam air di samping pelabuahan speedboad. Adegan ini diperagakan pada adegan ke 20.

Setelah Bambang tak berdaya, di dalam air Kiki dan Insani kembali membacokan senjata tajam miliknya berkali-kali hal tersebut di peragakan dalam adegan ke 23.

Sementara itu dalam rekontruksi tidak dihadiri keluarga korban maupun pelaku,rekontruksi pun berjalan lancar dan selesai dilakukan selama 1,5 jam.

Kapolsek IT I Palembang, Komisaris Polisi (Kompol) Afria Jaya, melalui Kanit Reskrim Ipda Hamsal mengatakan jika rekontruksi segaja dilakukan di wilayah polsek guna menjaga keamanan dari pada pelaku.

“Jika kita lakukan di TPK sebenarnya kita takut terjadi hal-hal yang tidak kita ingginkan, lantaran di tempat tersebut ramai warga,” kata Hamsal.
Dilanjutkanya, jika jalanya adegan sesuai apa yang berhasil kita kumpulkan dari keterangan saksi dan ketiga pelaku tidak ada rekayasa.

“Semuanya apa adanya tidak ada yang kita ada-ada, hasil dari rekontruksi ini guna untuk melegkapi berkas pelimpahan berkas ke Kejaksaan, yang akan kita limpahkan minggu-minggu ini,” pungkas Hamsal.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster