Jalan Mura-Sekayu Diblokir Massa

 288 total views,  2 views today

MUSIRAWAS – Akses jalan dari Musi Rawas (Mura) ke Sekayu, lumpuh total.Hal itu terjadi karena, ratusan warga Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Mura,Selasa (22/4/2014), memblokir jalan lintas yang ada di desa mereka tersebut sejak pukul 11.00 WIB.

Warga memblokir jalan tersebut,dengan cara memasang kayu dan besi di dua sisi badan jalan. Akibatnya, kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.Pantauan Kabar Sumatera, sejumlah pengendara kendaraan yang melintas di tempat tersebut memilih untuk memutar arah terutama kendaraan roda dua.

Namun kendaraan roda empat, tidak bisa berbuat banyak.Mayoritas kendaraan roda empat, yang kebetulan melintas di jalan provinsi tersebut harus terjebak dalam kemacetan. Ada puluhan kendaraan, yang terjebak macet.

“Ya terpaksa, harus menunggu.Mau memutar arah, sudah tidak bisa. Sekarang hanya bisa berharap, portal itu segera dibuka sehingga kami bisa melintas,”kata Yus, salah satu pengendara mobil yang terjebak dalam kemacetan.

Informasi yang dihimpun, aksi yang dilakukan warga Desa Petunang ini, adalah aksi lanjutan. Mereka sebelumnya, sempat mendatangi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura, untuk mendesak Bupati Mura, Kejaksaan dan Kepolisian mengusut kasus penjualan lahann desa yang dilakukan mantan Kepala Desa (Kades) Petunang.

“Kami mendesak pemkab dan penegak hukum di Mura, untuk memproses penjualan lahan desa yang dilakukan mantan Kades Petunang kepada perusahaan,” kata Irsan, koordinator aksi dalam orasinya dihadapan ribuan warga Desa Petunang yang melakukan aksi di kantor Pemkab Mura.

Irsan pun menyebut, warga kecewa dengan Pemkab Mura yang mengeluarkan izin operasional kepada perusahaan perkebunan hingga lahan milik desa, dikuasai perusahaan tersebut.

Namun aksi warga Desa Petunang ini, tidak mendapatkan tanggapan dari Pemkab Mura. Mereka hanya ditemui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Mura, David Pulung. “Bupati saat ini, tidak ada ditempat karena ada tugas di luar kota.Silakkan sampaikan tuntutan, nantinya akan kami sampaikan ke bupati,” ungkap David.

Kecewa tidak bisa menemui orang nomor satu di Mura, warga pun memilih membubarkan diri.

 

Teks     : MASRI

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster