Penggunaan Dana Bansos OKU 2008 Cetak Foto Hingga Buat Spanduk

 275 total views,  2 views today

PALEMBANG – Sejumlah fakta baru, penggunaan dana bantuan sosial (bansos) OKU 2008 yang membuat mantanWakil Gubernur (Wagub) Sumsel Eddy Yusuf dan koleganya, Bupati OKU non aktif, Yulius Effendi,  menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, terungkap.

Tiga saksi yang memberikan keterangan, Senin (21/4), mengungkapkan kalau dana bansos OKU 2008 ternyata juga dipakai untuk membiayai kegiatan kampanye Eddy Yusuf sebagai calon wakil gubernur (Cawagub) Sumsel, berpasangan dengan Alex Noerdin pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Sumsel 2008 lalu.

Tak hanya digunakan untuk membiayai kegiatan kampanye, uang bansos itu juga dipakai untuk memesan foto kegiatan Eddy Yusuf dan Yulius Nawawi dengan pakaian dinas di Raja Fhoto Studio. Nilainya cukup fantastis, yakni Rp 100 juta.

Hal ini diungkapkan dua saksi yang dihadirkan dalam persidangan yang digelar kemarin. Kedua saksi itu yakni Kasubag Peliputan Humas Pemkab OKU, Dede Fernandes dan mantan Kasubag Pengadaan Bagian Umum Sekda OKU, Faisol serta Direktur Raja Foto Palembang, Richard.

Dede dalam kesaksiannya mengaku pernah diperintahkan oleh Sugeng, yang saat itu menjabat sebagai Plt Kabag Perlengkapan dan Umum Pemkab OKU, untuk memesan spanduk bergambar Alex Noerdin dan Eddy Yusuf.

“Spanduk tersebut dicetak melalui Dirut CV Pena Husada bernama Arif. Namun, yang meminta dibuatkan spanduk itu adalah Sugeng, bukan Eddy. Pembayaran juga melalui Sugeng. Sementara Eddy, tidak pernah memerintahkan saya membuat spanduk itu,” kata Dede.

Cara pembayarannya lanjut Dede, dilakukan melalui transfer rekening atas nama Sugeng. Total uang yang dibayarkan untuk spanduk tersebut mencapai Rp 670 juta. Eddy sendiri menurut Dede, saat itu sudah tidak lagi menjabat sebagai Bupati OKU. “Saya tidak tahu kalau itu uang Bansos OKU 2008,” kata Dede.

Sementara mantan Kasubag Pengadaan Bagian Umum Sekda OKU, Faisol menyebut, ia pernah mengajukan proposal huruf  Islamic Center atas perintah Sugeng. Adapun anggaran yang diusulkan senilai Rp 49 juta, dan Akhyar Azazi yang saat itu menjabat sebagai bendahara Bagian Keuangan Pemkab OKU, mencairkannya.

“Saya juga diperintahkan Sugeng, untuk  membeli dua unit motor Suzuki Thunder atas nama saya. Motor itu, lalu diberikan kepada sopir Sugeng dan saya tidak tahu untuk apa. Yang jelas, bukan untuk kendaraan dinas,” terang Faisol.

Keterangan yang memberatkan Eddy Yusuf dan Yulius Nawawi, juga datang dari  Direktur Raja Foto Palembang, Richard. Dalam kesaksiannya, Richard menyebut, Sugeng pernah datang memesan foto kegiatan Eddy Yusuf dan Yulius Nawawi, dengan pakaian dinas. Biayanya sebut dia, Rp 100 juta lebih dan dibayar secara bertahap. “Sugeng yang membayar. Sepengetahuan saya, untuk dipajang di kantor,”  kata Richard.

Menanggapi keterangan saksi, Eddy Yusuf membenarkannya. Ia mengatakan, tidak pernah bertemu dengan Dede untuk meminta dibuatkan spanduk. Begitu juga dengan pengajuan proposal Islamic Center dan foto dirinya, mengenakan seragam dinas.

“Kalau tiba-tiba ada foto saya di spanduk, itu wajar karena Dede sering memfoto saya setiap ada kegiatan. Namun, kalau foto khusus untuk pencalonan, saya tidak pernah membuatnya,” tegas Eddy.

Sementara saksi yang dihadirkan untuk terdakwa Yulius Nawawi sama dengan saksi Eddy. Yulius juga menegaskan, ia tidak pernah memerintahkan Dede untuk membuatkan spanduk bergambar Eddy atau pun foto dirinya berpakaian dinas.

“Saya juga tidak ada menyetujui kegiatan dengan menggunakan dana Bansos OKU 2008. Memang kegiatannya ada, namun anggaran yang digunakan tidak menggunakan dana bansos,” kata Yulius.

Usai mendengarkan saksi, majelis hakim tipikor yang diketuai Ade Komarudin menunda sidang. Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda masih mendengarkan saksi. “Masih ada sekitar 20 saksi yang akan dipanggil. Semoga saja semuanya bisa datang setiap kali dipanggil,” kata jaksa penuntut umum, Bima Suprayoga.

 

TEKS             : OSCAR RYZAL

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster