Kredit Macet di UMKM Tinggi

 225 total views,  2 views today

PALEMBANG -Angka kredit macet bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Palembang cukup tinggi. Hal tersebut, berdasarkan paparan dari pihak perbankan dalam rapat koordinasi di Hotel Graha Sriwijaya, Senin (21/4).

Kabid UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperndagkop) Palembang, Yusni Handayani menyebutkan, potensi kredit macet bagi UMKM di metropolis terbilang tinggi.

Namun untuk angka, Yusni tidak tahu. Karena sebutnya, sampai saat ini Disperindagkop belum mendapatkan laporan. “Mereka menyalurkan sendiri serta hanya melaporkankan kegiatan. Untuk teknisnya jadi tanggung jawab perbankan. Karena kami tidak tahu pasti, karena ini juga berkaitan dengan krebilitas perusahaan,” kata Yusni, kemarin

Menurutnya, selama ini Disperindagkop belum pernah mengalokasikan dana APBD, untuk penyaluran kredit lunak. Katanya, yang ada adalah bantuan dari pemerintah pusat, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan seperti BNI, BRI, Pegadaian, PT Pusri. Baik berupa program rutin maupun cooprate social responsibilty (CSR) perusahaan. “Melalui rapat koordinasi ini akan dibahas permasahalan pengembangan UMKM agar ada sinergisitas, “katanya.

Sambungnya, dalam waktu dekat, pihaknya akan meluncurkan program pinjaman lunak bagi UMKM. “Untuk implementasi masih menunggu operasional Bank Perkreditan Rakyat BPR. Mei mendatang akan operasional,”sebutnya.

Yusni menyebutkan, setiap tahun, pertumbuhan jumlah UMKM mencapai 1-2 persen dari total jumlah UMKM. Saat ini, jumlah UMKM di Palembang 31.344 usaha dan telah berhasil menyerap sekitar 126.936 tenaga kerja. Paling banyak UMKM berada dari Ilir Timur (IT) I dan Ilir Timur (IT) II. “Saat ini tengah melakukan pendataan ulang,”urainya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster