Investasi Tembus Rp 9 Trilyun

 197 total views,  2 views today

PALEMBANG – Moment Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), yang baru saja berlangsung, ternyata tidak terlalu banyak berpengaruh terhadap iklim investasi di Sumatera Selatan (Sumsel).  Ini ditunjukkan, dengan masih banyaknya perusahaan khususnya investor asing yang menanamkan modalnya di Sumsel pada triwulan pertama.

“Trilwulan pertama ini, kita berhasil membukukan investasi asing sebesar Rp 9 triliun dari target investasi sebesar Rp 19,57 triliun, yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel pada 2014,” kata Kepala Badan Promosi Perencanaan Perizinan Modal Daerah (BP3MD) Sumsel, Nasrun Umar, Senin (21/4).

Rincian investasi yang masuk tersebut, adalah USD 629,064,356 atau sekitar Rp 6,605 trilyun (kurs rupiah dipatok diangka Rp 10.500 per dolar). Investasi itu jelasnya, masuk dari 21 perusahaan asing yang ada di Sumsel.

“Untuk PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri), investasi yang masuk sampai triwulan pertama tahun ini sebesar Rp 3,758 triliyun, yang bersumber dari delapan perusahaan,” jelas Nasrun.

Nasrun optimis, tahun ini target investasi yang masuk ke Sumsel bisa tercapai. Bahkan, ia berani mencanangkan kenaikan investasi, lebih besar dibandingkan dengan besaran yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Bila arahan dari BPKM Pusat, target kita harus Rp16,6 triliun. Sementara RPJMD hanya mencapai Rp15,5 triliun, tetapi kita yakin investasi tahun ini di Sumsel bisa mencapai Rp 20 triliun,” tegasnya.

Sebagai informasi, pada tahun sebelumnya, nilai investasi di Sumsel baru mencapai Rp 12,2 triliun, yang berasal dari PMDN. Sebanyak 42 perusahaan di 2013, menanamkan modalnya di Sumsel. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) pada tahun 2013, mencapai 6,2 US Dollar melalui 78 perusahaan.

Investasi sendiri pada dasarnya masih dianggap sebagai salah satu faktor utama penunjang pertumbuhan ekonomi Sumsel, Buktinya, dari daftar perencanaan yang dikeluarkan oleh Bappeda Sumsel, terungkap jika sumsel setidaknya membutuhkan dana investasi sebesar Rp 87 T untuk menunjang berbagai target pertumbuhan yang sudah ditetapkan pada tahun ini.

Dari angka yang sudah ditetapkan tersebut, tahun ini Sumsel membutuhkan investasi dari swasta baik dalam maupun luar negeri senilai Rp 67,58 triliun, untuk mendanai proyek-proyek pembangunan strategis yang salah satunya  adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA).

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster