Hindari Wartawan, Tersangka Proyek Cetak Sawah Loncat

 177 total views,  2 views today

 

PALEMBANG – Setelah sempat batal diperiksa, akhirnya penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), memeriksa tersangka dugaan kasus korupsi Proyek Cetak Sawah, Madian, Senin (21/4).

Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan (Kadistanak) Kabupaten Banyuasin ini, menjalani pemeriksaan di Gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel. Setidaknya selama empat jam lebih. Usai menjalani pemeriksaan, Madian melangkah begitu cepat.

Bahkan, salah satu wartawan yang hendak mengambil gambar sempat terkena sikut Madian yang mengikuti Madian. Kejadian ini berlangsung secara tidak sengaja karena Madian hendak menutup pintu demi mencegah wartawan mengejar dirinya.

Saking cepatnya berjalan, sesaat sebelum naik mobil Nissan Juke yang ditumpanginya, Madian sempat meloncat dari lantai Ditreskrimsus Polda Sumsel yang tingginya mencapai 70 sentimeter dari permukaan tanah. Madian juga tidak sepatah kata berbicara terkait pemeriksaan ini.

Kepala unit (Kanit) II Subdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Polisi (Kompol) Rustam Effendi, mengatakan Madian disodori 17 pertanyaan terkait proyek cetak sawah di Banyuasin. Saat proyek itu digelar, Madian berstatuskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Namun, karena listrik padam, pemeriksaan kita tunda dan diagendakan pekan depan. Ini merupakan pemeriksaan perdana sejak Madian ditetapkan tersangka,” kata Rustam.

Dilanjutkan Rustam, Madian kooperatif selama menjalani pemeriksaan. Salah satunya saat Madian membenarkan adanya proyek cetak sawah yang diadakan tahun 2012 silam. Bahkan, setiap kali disuguhi pertanyaan, Madian menjawabnya dengan panjang lebar.

Terpisah, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova selaku kepala bidang hubungan masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel mengatakan, perkara dugaan tipikor Proyek Cetak Sawah DPP Banyuasin merupakan pelimpahan dari Polres Banyuasin. Saat masih ditangani Polres Banyuasin, sudah ada dua terpidana yang sudah divonis di pengadilan negri (PN) Tipikor Palembang.

“Sudah ada beberapa saksi yang kita periksa sebelum menetapkan Madian sebagai tersangka. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru, namun masih menunggu hasil pemeriksaan,” kata Djarod.

Seperti diketahui, Madian menjadi tersangka setelah mendengarkan keterangan dari dua terdakwa yang sudah menjalani sidang di PN Palembang. Menurut keduanya, yakni Hermansyah (mantan Kasi Sarana dan Prasarana DPP Banyuasin) dan Muslimin (kepala Unit Pelaksana Teknis DPP), dana pencairan dari proyek ini terus dipotong oleh kedua terdakwa dan atas suruhan lisan dari Madian.

Akibatnya, negara megalami kerugian senilai Rp 3,3 miliar dari total anggaran senilai Rp 18 miliar.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

Hindari Wartawan, Tersangka Proyek Cetak Sawah Loncat

PALEMBANG, KS –

Setelah sempat batal diperiksa, akhirnya penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), memeriksa tersangka dugaan kasus korupsi Proyek Cetak Sawah, Madian, Senin (21/4).

Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan (Kadistanak) Kabupaten Banyuasin ini, menjalani pemeriksaan di Gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel. Setidaknya selama empat jam lebih. Usai menjalani pemeriksaan, Madian melangkah begitu cepat.

Bahkan, salah satu wartawan yang hendak mengambil gambar sempat terkena sikut Madian yang mengikuti Madian. Kejadian ini berlangsung secara tidak sengaja karena Madian hendak menutup pintu demi mencegah wartawan mengejar dirinya.

Saking cepatnya berjalan, sesaat sebelum naik mobil Nissan Juke yang ditumpanginya, Madian sempat meloncat dari lantai Ditreskrimsus Polda Sumsel yang tingginya mencapai 70 sentimeter dari permukaan tanah. Madian juga tidak sepatah kata berbicara terkait pemeriksaan ini.

Kepala unit (Kanit) II Subdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Polisi (Kompol) Rustam Effendi, mengatakan Madian disodori 17 pertanyaan terkait proyek cetak sawah di Banyuasin. Saat proyek itu digelar, Madian berstatuskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Namun, karena listrik padam, pemeriksaan kita tunda dan diagendakan pekan depan. Ini merupakan pemeriksaan perdana sejak Madian ditetapkan tersangka,” kata Rustam.

Dilanjutkan Rustam, Madian kooperatif selama menjalani pemeriksaan. Salah satunya saat Madian membenarkan adanya proyek cetak sawah yang diadakan tahun 2012 silam. Bahkan, setiap kali disuguhi pertanyaan, Madian menjawabnya dengan panjang lebar.

Terpisah, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova selaku kepala bidang hubungan masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel mengatakan, perkara dugaan tipikor Proyek Cetak Sawah DPP Banyuasin merupakan pelimpahan dari Polres Banyuasin. Saat masih ditangani Polres Banyuasin, sudah ada dua terpidana yang sudah divonis di pengadilan negri (PN) Tipikor Palembang.

“Sudah ada beberapa saksi yang kita periksa sebelum menetapkan Madian sebagai tersangka. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru, namun masih menunggu hasil pemeriksaan,” kata Djarod.

Seperti diketahui, Madian menjadi tersangka setelah mendengarkan keterangan dari dua terdakwa yang sudah menjalani sidang di PN Palembang. Menurut keduanya, yakni Hermansyah (mantan Kasi Sarana dan Prasarana DPP Banyuasin) dan Muslimin (kepala Unit Pelaksana Teknis DPP), dana pencairan dari proyek ini terus dipotong oleh kedua terdakwa dan atas suruhan lisan dari Madian.

Akibatnya, negara megalami kerugian senilai Rp 3,3 miliar dari total anggaran senilai Rp 18 miliar.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster