Atap Gedung DPRD Bocor

 278 total views,  2 views today

PALEMBANG – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur metropolis beberapa hari terakhir, tidak hanya membuat genangan air dibeberapa titik, tetapi berdampak juga di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang.

Pantauan Kabar Sumatera, Senin (21/4), plafon di ruang rapat paripurna DPRD Kota Palembang, banyak yang jebol. Akibatnya, rembesan air membasai lantai ruangan tersebut. Bahkan, karpet merah yang ada di ruanga tersebut, masih terlihat basah akibat rembesan air dari plafon yang jebol.

Sekretaris DPRD Palembang, Syaiful Anwar yang dikonfirmasi, tak mengelak terjadinya kerusakan di gedung wakil rakyat yang megah tersebut. Menurutnya Sekretariat Dewan (Setwan), sudah mengusulkan perbaikan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) Kota Palembang.

“Dana perbaikannya ada di Dinas PU CK, sebenarnya sudah mulai diperbaiki. Tetapi ditunda dulu, untuk penyelesaiannya silahkan tanya dinas terkait, karena ini anggaran mereka,” kata Syaiful yang dibincangi usai rapat paripurna istimewa pengambilan sumpah dan peresmian pengangkatan pengganti antar waktu (PAW) anggota DPRD Palembang, Senin (21/4).

Ditanya, berapa besar biaya perbaikan plafon tersebut ? Saiful tidak mengetahui secara pasti, karena katanya,  Setwan tidak memiliki anggaran untuk perbaikan tersebut. “Silahkan tanya ke dinas terkait, tapi tidak terlalu besar, kan cuma diperbaiki  bukan bangun baru,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, atap yang ada di gedung paripurna DPRD Palembang tersebut memang sudah tidak sesuai lagi. Sebab itu, pemkot, akan koordinasikan dengan dinas terkait. “Kami akan pikirkan, bila perlu diganti semua, karena sudah tidak layak lagi,” terangnya singkat.

Kepala Bidang (Kabid) Gedung, Dinas PU CK Kota Palembang, Ramaly yang dibincangi terpisah mengaku Dinas PU CK belum mendapat laporan pasti, kerusakan plafon ruang paripurna DRPD tersebut. “Kami tidak punya anggaran untuk untuk gedung DPRD, kecuali untuk pagar kantornya,” bebernya.

Ramaly menyebutkan, apabila perbaikan sebuah gedung menggunakan dana yang besar, secara otomatis harus dianggarkan dahulu. Tidak bisa secara langsung. “Kalau tidak parah, yah bisa menggunakan dana teknis, apabila memang berat, kami akan anggarkan di APBD Perubahan,” tukasnya.

 

TEKS             : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster