Warga Keluhkan Byarpet

 232 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

PALEMBANG – Sejak beberapa hari terakhir, listrik di Kota Palembang sering terjadi byarpet. Kondisi ini, sangat dikeluhkan warga. Karena hal itu berimbas, kerusakan pada alat elektronik milik warga.

Husniawan (31), warga Jalan KH Azhari, Kelurahan 13 Ulu ini misalnya. Ia mengaku di kawasan tempat tinggalnya, listrik sering byarpet. Padamnya aliran listrik itu menurutnya, tidak mengenal waktu, bisa pagi, sore atau malam hari.

“Lamanya pemadaman bervariasi, antara satu sampai tiga jam. Tetapi akibat listrik sering padam, perabotan elektronik rusak, contohnya TV milik saya, akibat mati mendadak suaranya hilang, listrik padam ini sudah berlangsung sekitar dua pekan ini,” keluhnya ketika dibincangi, Minggu (20/4/2014).

Ia berharap PT PLN, segera mengatasi permaslahan tersebut. Menurutnya,  jangan sampai byrpet ini dibiarkan berlarut-larut. Karena dampak negatif padamnya listrik banyak sekali, seperti pencurian, dan lain sebagainya. “Kami membayar sama seperti pelanggan PLN lainnya,  tetapi kok pelayanan yang kami terima jelek, ini tidak benar,” ucapnya.

Menanggapi ini, Kepala Humas PT PLN Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (WS2JB) ,Lilik H Purnomo, meminta maaf atas ketidaknyamanan pelanggan tersebut. Menurutnya, pemadaman yang sering terjadi disebabkan dampak dari pemindahan utilitas karena adanya pembangunan fly over Simpang Jakabaring dan underpass Simpang Patal.

“Kalau kami, maunya tidak pemadaman. Sebab sering adanya pemadaman itu, juga menyebabkan mesin pembangkit milik PLN juga berpengaruh,” kata Lilik saat dihubungi, kemarin.

Molornya pengerjaan fly over di Simpang Jakabaring terangnya, menyebabkan PLN belum bisa memastikan kapan pemadaman bergilir ini tidak akan terjadi lagi. “Karena untuk kawasan tersebut harus dimatikan, akibat pengerjaan, kami harapkan warga dapat bersabar,”katanya.

Lilik menghimbau, untuk masyarakat yang terkena dampak pengerjaan fly over khususnya di kawasan SU, untuk mengurangi pemakaian listrik, jika belum terlalu dibutuhkan. “Apabila listrik sedang mati, usahakan semua dalam keadaan off. Sehingga barang-barang elektronik tidak langsung menyala, sehingga tidak terjadi kerusakan,” tukasnya.

 

Teks     : ALAM TRIE PUTRA

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster