Untuk Verifikasi, BKD tak Libatkan Polisi dan Jaksa

 233 total views,  6 views today

MUARAENIM – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muaraenim, tidak melibatkan unsur penegak hukum baik kejaksaan maupun kepolisian, dalam tim verifikasi yang dibentuk untuk sanggahan kelulusan honorer kategori dua (K2).

Kepala BKD Muaraenim, Siti Herawati saat dikonfirmasi membenarkan jika BKD sudah membentuk tim untuk melakukan verifikasi. Verifikasi dimaksudkan, untuk mengecek kebenaran atas sanggahan yang disampaikan publik, terhadap hasil kelulusan honorer K2.

Namun dalam tim tersebut terangnya, BKD tidak melibatkan kejaksaan dan kepolisian. “Kita hanya melibatkan inspektorat, Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BKD sendiri,” kata Siti yang dibincangi, kemarin.

Ia menerangkan, hingga kemarin, BKD baru menerima tiga sanggahan dari masyarakat terhadap kelulusan honorer K2 tersebut. Dalam laporan yang diterima BKD tersebut,  sanggahan yang diberikan adalah persoalan Surat Keputusan (SK) pengangkatan salah satu honorer.

Persoalan SK yang dimaksud adalah soal tahun penerbitan SK saat awal menjadi honorer. “Sejauh ini masih persoalan SK pengangkatan yang dilaporkan, itu yang akan kita lakukan verifikasi untuk mengetahui kebenaran dari laporan tersebut,” jelasnya.

Terkait komposisi tim yang tidak melibatkan unsur polisi dan jaksa menurutnya, hal tersebut dipandang tidak terlalu penting. Mengingat dalam tim tersebut, sudah ada dari inspektorat yang akan mengambil langkah-langkah tindakan jika memang ada temuan kejanggalan. “Sudah ada inspektorat yang masuk dalam tim, jadi kami rasa belum perlu melibatkan mereka,” ujarnya.

Tim sendiri menurutnya saat ini belum bekerja. Sehingga pihaknya, belum memastikan apa hasilnya, kemungkinan hasil didapatkan serta tindakan yang akan diambil, termasuk sanksi yang akan dijatuhkan.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Muaraenim, Robert P Heri melalui Kepala Seksi (Kasi) Intel, Zamzami Ikhwan mengatakan, Kejari belum menerima rekomendasi atau permintaan dari BKD, untuk ikut dalam tim verifikasi. “Kita sama sekali belum menerima surat apapun dari BKD, khususnya untuk ikut dalam tim itu,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Kepolisian Resort (Polres) Muaraenim, AKBP Aris melalui Kepala Satuan (Kasat) Intel, AKP Sunarso. Ia menyebut, Polres dari awal malah belum mendapatkan atau dilibatkan dalam persoalan verifikasi sanggahan terhadap kelulusan honorer K2 “Belum ada sama sekali, baik pemberitahuan secara lisan ataupun permintaan tertulis,” ungkapnya.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Muaraenim, AKP Eryadi Yuswanto juga mengakui, pihaknya sama sekali tidak menerima laporan, baik berupa sanggahan atau kecurangan dalam pelaksanaan rekrutment honorer K2. Sehingga pihaknya sama sekali tidak bisa melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

“Memang dari informasi yang kita dengar termasuk di daerah lain ada yang menerima laporan terkait dugaan kecurangan, kita sama sekali tidak mendapatkan laporan itu. Untuk melakukan lidik, kita harus menerima laporan terlebih dahulu,” tukasnya.

 

Teks     : SISWANTO

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster