Transaksi Sabu Di Depan Rumah Gubenur

16 total views, 3 views today

Gunadi (45), Pengedar Sabu

Gunadi (45), Pengedar Sabu

PALEMBANG – Lantaran kerap bertransaksi narkoba di depan rumah Gibernur Sumatera Selatan (Sumsel), Gunadi (45) dibekuk petugas Satuan Reskrim narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, Sabtu (19/4/2014), pukul 20.00 WIB.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, warga Jalan Joko Atas, RT 27, RW 11, Kelurahan 29 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II ini harus merasakan dinginnya tinggal di penjara khusus narkoba Polda Sumsel.

Tersangka ditangkap oleh pimpinan unit III Subdit I, Komisaris Polisi (Kompol) Paulina. Saat diamankan petugas menyita barang bukti 10 paket hemat sabu seharga Rp 1 juta. Di tempat yang berbeda, petugas unit yang sama juga membekuk Supendi (27), warga Jalan Jendral A Yani, RT 05, RW 03, Kelurahan Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, yang juga menjadi pengedar narkoba.

Tersangka ditangkap saat sedang menunggu pelanggan di toko jamu yang tak jauh dari SPBU KM 18 Banyusin, Sabtu (19/4) malam pukul 22.00 WIB. Dari tangan Supendi, petugas menyita barang bukti berupa satu paket sedang sabu seharga Rp 1,3 juta.

Dikatakan Gunadi, dirinya mendapatkan sabu tersebut dari MM (DPO) Warga 13 Ilir. Dirinya bertransaksi dengan MM di pinggir jalan depan rumah Gubenur sumsel, tepatnya di  Perguruan Tinggi Akademi Perawatan, yang terletak di Jalan  Merdeka. “Sudah lima kali ini ngambil sabu itu dengan MM seharga Rp 600 ribu. Sabu itu, kemudian saya jual kembali dengan dipecah menjadi paket kecil seharga Rp 100 ribu,” kata bapak dari anak tiga itu yang kesehariannya sebagai sopir angkot.

Sementara itu Supendi mengaku, kalau dirinya hanya sebagai kurir. Upahnya sebesar Rp 50 ribu. “Sabu itu milik ED (DPO). Sudah tiga kali aku ngantarkan sabu,” ungkapnya.  Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Dedy Setyo Yudo Pranoto, melalui Kasubdit I, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) H Syahcril Musa  mengatakan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat.

Kedua tersangka merupakan Target Oprasi (TO) kepolisian, karena tersanagka sudah sangat meresahkan warga. “Kedua pelaku diamankan dari lokasi yang berbeda. Saat ini kita masih melakukan pengembangan dan masih memburu bandarnya,” ujar Syahcril.

 

Teks     : OSCAR RYZAL

Editor    : JUNAEDI ABDILLAH





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com