Tolak Pembangunan Gereja, Ustadz Diancam

22 total views, 3 views today

PALEMBANG – Ratusan massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) dan Majelis Dhuha Nasional (MDN), serta beberapa warga Perumnas Talang Kelapa, menyerbu Polsekta Sukarami Palembang, Sabtu (19/4/2014) pukul 22.00 WIB. Kedatangan mereka guna menolak terhadap rencana pembangunan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), yang terletak di RT 12, RW 5, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar (Albar) Palembang.

Pada saat itu, massa juga melaporkan adanya salah satu oknum preman yang diduga dari pihak HKBP yang selalu mengancam para ustadz dan tokoh agama, baik secara langsung maupun melalui short message service (SMS).

Kemas H Muhammad Ali, Ketua MDN, mengaku diancam akan dibunuh jika para tokoh agama dan ustadz di tempat itu, apabila terus melarang dan mengajak warga untuk menolak pendirian gereja. “Tadi saat acara pengajian rutin di Masjid Al-Fatah. Salah satu preman yang membekengi pihak HKBP, mutar-mutar di masjid dan sebelumnya dia juga sempat mengancam ustadz Syueb, bahkan akan membunuhnya apabila terus melarang pembangunan Gereja HKBP itu,” jelasnya.

Ketua FPI wilayah Sumsel, Habib Mahdi bin Sahab menuturkan, sebelumnya pihaknya telah melaporkan hal ini ke Polsekta Sukarami. Namun, ketika itu belum dibuat laporan secara resmi hanya komunikasi. “Sekarang, kita diwakili ustadz Syueb untuk melaporkan tentang pengancaman yang dilakukan oknum-oknum preman di wilayah tempat tersebut secara resmi dan dibuat bukti laporannya,” teranngnya ketika ikut melapor ke Polsekta Sukarami, Sabtu (19/4).

Selain itu, dengan dilaporkannya secara resmi dan tertulis serta disaksikan ratusan massa yang datang, ia berharap pihak kepolisian dapat segera menindak lanjuti. “Waktu itu kita sebenarnya juga sudah pernah melapor, namum tidak ada bukti laporan dan hanya disampaikan secara lisan jadi pihak kepolisian tidak menindak lanjtinya. Jangan sampai terulang seperti yang kemarin karena ini bisa bahaya,” ungkapnya.

Sementara, petugas piket SPK Polsekta Sukarami sudah menerima laporan dari massa yang datang. Pihaknya juga menyarankan kepada massa agar tidak mendatangi secara langsung kepada preman-preman tersebut. Namun, semua masalah ini agar diselesaikan pihak kepolisian.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kopolisian Resort Kota (Kapolresta) Palembang, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sabarudin Ginting juga sempat datang untuk memantau dan berbicara langsung kepada para tokoh dan pemimpin dari massa tersebut termasuk Habib Mahdi.

 

Teks     : OSCAR RYZAL

Editor    : JUNAEDI ABDILLAH





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com