Tiga Kecamatan Belum Ambil Jatah Raskin

 230 total views,  2 views today

ilustrasi jatah raskin

ilustrasi jatah raskin

BATURAJA – Tiga kecamatan di Kabupaten OKU dan OKU Selatan hingga saat ini, belum mengambil jatah beras untuk masyarakat miskin (Raskin) yang sudah didiapkan oleh Bulog Sub Divre OKU.

“Tiga kecamatan tersebut yakni, Sinar Peninjauan, Banding Agung, serta Buay Pemanca Ribu Ranau Tengah belum mengambil raskin sejak enam bulan terakhir,” kata Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre OKU, Meizarani kepada wartawan, Minggu (20/4/2014).

Dikatakannya, tiga kecamatan itu belum mengambil jatah raskin, karena dananya belum terkumpul. “Perangkat kecamatan setempat mengaku sampai hari ini dana untuk menebus raskinnya belum terkumpul, sehingga jatah mereka sejak enam bulan ini belum diambil,” ungkapnya.

Ia mengimbau, agar ketiga kecamatan tersebut segera menebus jatah raskin yang sudah disiapkan, karena jika sampai 31 Desember 2014 raskin itu belum diambil, maka sesuai aturan jatahnya akan dianggap hangus. “Kan sayang kalau hangus,” ucapnya.

Saat ditanya kuota raskin untuk OKU, OKU Timur dan OKU Selatan secara keseluruhan, Meizarani mengungkapkan, jumlahnya mencapai 928 ton perbulan, yang diperuntukan 61.930 Rumah Tangga Sasaran (RTS) Penerima Manfaat (PM). “Setiap RTS PM mendapat jatah raskin sebanyak 15 kilogram perbulan,” ujarnya.

Selain OKU Raya lanjut Meizarani, pihaknya juga menyuplai raskin untuk Prabumulih, PALI, Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang. “Total stok raskin yang kita siapkan di gudang adalah sebanyak 15 ribu ton pertahun. Sebagian besar raskin itu kita peroleh dari Belitang, OKU Timur,” tegasnya.

Sedangkan saat disinggung soal adanya lonjakan harga beras kualitas super di sejumlah pasar tradisional yang kini sudah tembus Rp10 ribu perkilogram, Meizarani mengatakan, kenaikan itu masih dalam batas wajar, sehingga Bulog belum akan melakukan operasi pasar untuk menekan harga tersebut. “Jika kenaikan harganya sudah diatas 15 persen dari nilai jual normal, maka kami akan segera melakukan operasi pasar bekerjasama dengan instansi terkait,” ucapnya.

Namun, lanjut dia, kenaikan yang terjadi saat ini kami nilai masih dalam batas wajar. Apalagi harga yang naik itu hanya terjadi pada beras kualitas super saja, sedangkan kualitas medium dan biasa masih stabil.

 

Teks     : MUSLIM

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster