Rekapitulasi Diwarnai Aksi Massa

 230 total views,  2 views today

Rekapitulasi Diwarnai Aksi Massa

Rekapitulasi Diwarnai Aksi Massa

INDERALAYA – Rapat Pleno terbuka rekapitulasi suara hasil pemungutan suara Pemilihan Umum  Legislatif (Pileg), 9 April lalu yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten  Ogan Ilir (OI), kemarin (19/4/2014), diwarnai aksi massa.

Sekitar 200 massa pendukung salah satu calon anggota legislatif (caleg), yang menamakan dirinya Forum Anti Money Politic, mendesak KPU OI untuk melaksanakan Pemilihan Suara Ulang (PSU) dibeberpa daerah pemilihan (Dapil) di OI.

Pantauan di lapangan, massa yang berjumlah sekitar 200 orang yang diantaranya beratribut PAN, mendatangi KPU OI, sekitar pukul 11.00 WIB. Namun aksi mereka ini, tidak berhasil menembus kantor KPU OI sebab mereka tertahan dengan ketatnya brikade yang dibangun aparat kepolisian.

Koordinator aksi (korak), Pahlevi menyebut mereka mencium ada pelanggaran yang terjadi di beberapa dapil. “Banyak kecurangan dan pelanggaran. Kita mendesak KPU OI, melakukan PSU di beberapa dapil seperti Dapil III, IV dan lain-lain,” desaknya.

Sementara itu, kondisi tegang juga terjadi dalam rekapitulasi suara. Tiga saksi dari PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat, mengajukan keberatan terhadap proses rekapitulasi.

Bahkan salah satu komisioner KPU OI, Panwaslu dan saksi dari tiga parpol tersebut sempat bersitegang. Namun itu, tidak berlangsung lama dan dapat diredam. Rekapitulasi sendiri berakhir, Minggu sore sekitar pukul 17.00 WIB.

“Keberatan mereka itu, akan disampaikan ke KPU Sumsel. Tadi mereka, sudah mengisi form keberatan dan diajukan ke Panwaslu,” kata Ketua KPU OI, Anhair yang dibincangi disela-sela rekapitulasi suara.

Disingggung caleg terpilih yang akan duduk di DPRD OI, ia belum bisa mengumumkan saat ini. Untuk penguman caleg terpilih jelasnya, akan diumumkan Mei mendatang. “Nanti Mei akan diumumkan siapa saja yang lolos dan menjadi anggota dewan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kepolisian Resort (Polres) OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat mengatakan, pihaknya tidak melarang siapa saja yang ingin menyampaikan aspirasi, asalkan penyampaian tersebut tidak menjurus anarkis yang bias merugikan semua pihak.

“Ya, siapa saja yang mau menyampaikan aspirasi silahkan saja. Tapi, jangan sampai berbuat anarkis. Kalau anarkis kita tidak ada toleransi akan ditindak tegas. Untuk pengamanan ada 70 pernonil yang mengamankan aksi tersebut termasuk pengamanan di KPU,” tukasnya.

 

Teks     : JUNAEDI ABDILLAH

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster