Harga Cabai Keriting Terkendali

 993 total views,  2 views today

harga cabai akan tetap terkendali

harga cabai akan tetap terkendali

PALEMBANGGubernur H Alex Noerdin  optimistis harga cabai di provinsi Sumatera Selatan masih akan tetap terkendali.

“Kalau harga cabai tinggi saat bulan puasa itu biasa, tapi kita akan lakukan penyesuaian di suplainya agar harga tetap terkendali, tapi langkah apa yang akan kita ambil itu akan disesuaikan. Kalau memang perlu impor dari daerah lain untuk menjaga agar harga terjamin,” ucap Alex Noerdin kepada Kabar Sumatera, Ahad (20/4/2014).

Beberapa pedagang sembako di Pasar 26 Ilir menyebutkan, saat ini harga cabai sedang berada pada angka yang diinginkan oleh konsumen.

“Sekarang ini cabai yang bagus ini harganya Rp 24.000 per kilo. Kalau  yang sortiran bisa lebih murah lagi,” ujar Sumiati salah satu pedagang cabai di Pasar 26 Palembang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Ir Permana MMA tidak menampik jika pihaknya akan memberikan perhatian khusus untuk memonitor harga cabai khususnya menjelang bulan puasa mendatang. Bahkan pihaknya memersiapkan tiga langkah strategis untuk memastikan harga cabai yang terjadi pada moment puasa masuk dalam kategori wajar.

“Dari sekarang kita sudah mulai antisipasi harga cabe khususnya untuk bulan Juni atau bulan puasa nanti. Kalau dilihat dari trendnya, kemungkinan besar harga cabai akan melonjak pada saat puasa nanti karena sekarang cabai sedang panen,” kata Permana.

Ujar Permana, pihaknya kini sudah menyiapkan 3 Langkah strategis yang akan ditempuh oleh pihaknya dalam menjamin ketersediaan barang di pasaran.

“Kita sudah mulai koordinasikan langkah dengan dinas pertanian  untuk mengetahui bagaimana kondisi di lapangan khususnya sentra cabe dan memang hasilnya saat ini masih moment panen,” jelasnya.

Sebutnya, adapun varietas cabai merah keriting memerlukan waktu setidaknya tiga bulan untuk sekali proses panen.

“Bulan Maret dan Juni petani mulai panen. Artinya, memang ada kemungkinan terjadinya ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan sehingga harga cabai akan melambung,” katanya.

Langkah kedua diungkapkan oleh Permana adalah mendorong agar para pelaku usaha khususnya UMKM untuk membeli produk secara berkelompok dan mulai membuka mencari agen dari luar untuk memastikan moment puasa ketersediaan cabe terjaga.

“Selain itu Kita juga rutin melakukan pengawasan harga dengan para pegangan,” cetusnya.

Langkah terakhir yang disiapkan oleh pihaknya adalah menjamin lancarnya distribusi barang pada bulan puasa mendatang.

“Distribusi barang itu salah satu yang kita beri pengawasan lebih karena kekosongan barang di pasar salah satu faktor utama bisa disebabkan oleh faktor distribusi,” tutupnya.

 

Teks     : IMAM MAZFUZ

Editor    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster