Siswa Dicubit Guru, Orang Tua Lapor Polisi

 299 total views,  2 views today

EA (10), siswa SDN Desa Anyar, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI

Korban EA (10), siswa SDN Desa Anyar, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI

KAYUAGUNG – Tidak terima anaknya dicubit oleh gurunya lantaran tidak bisa mengerjakan soal mata pelajaran matematika, pasagan suami istri Umar dan Susparina mendatangi Mapolres OKI, Kamis (17/4/2014) untuk melaporkan perbuatan sang guru, Saherni, yang telah membuat perut anaknya terluka lebam akibat dicubit.

EA (10), siswa SDN Desa Anyar, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI. menjadi korban tersebut.

EA menjelaskan, dirinya tidak mampu mengerjalan soal matematika yang diberikan guru tersebut. “Ya, gara-gara aku salah jawab soal matematika, jadi dicubitnya, sampai merah luka seperti ini,” katanya.

Sambungnya, bukan hanya EA yang sering dicubit oleh guru matematika tersebut. Namun siswa lain juga kalau tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan. Teman-teman lainnya juga dicubit, sampai luka, kalau tidak bisa menjawab soal yang diberikan” ujarnya.

Kedua orang tua EA juga mengajak kedua teman sekelas anaknya, KR dan TA, yang menjadi saksi kasus tersebut sekaligus pernah menjadi korban dicubit sang guru.

“Ya kak, guru itu memang jahat, kami selalu dicubit kalau dak bisa jawab soal yang diberikannya,” kata keudanya.

Umar, ayah korban EA mengatakan, dirinya sengaja melaporkan perbuatan guru terhadap putrinya untuk memberikan efek jera  agar sang guru tidak mengulangi perbuatannya. Karena menurut dia, seorang guru dalam mendidik siswa saat ini tidak perlu lagi menggunakan kekerasan fisik. Apalagi hanya karena siswa salah menjawab soal yang diberikan.

“Wajar kalau siswa salah, namanya masih murid, makanya kami sebagai orang tua menyengolahkan anak, karena ingin anak pintar, nah ini tugas guru, untuk membina bukan dengan cara kekerasan fisik,” kata Umar dengan raut wajah kesal.

Susparina ibu korban menambahkan, kejadian dicubit sang guru bukan kali pertama, melainkan sudah lima kali. Hanya saja dirinya tidak mau menceritakan ini kepada ayahnya. ” Aku sering cerita dengan ibu, setiap dicubit, tapi tidak dipermasalahkan ibu, akhirnya, setelah kelima kali dicubit lagi, diketahui ayah. Ini gara-gara ayah  tahu, jadi ini dilaporke ke polisi, soalnya kejadian ini sudah sering terulang,” kata Susparina.
Kapolres OKI, AKBP Erwin Rachmat Sik, melalui Kasat Reskrim, AKP Surachman, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut, saat ini kasusnya masih dalam proses penanganan. “Laporan sudah kami terima dan akan kita tindaklanjuti,” singkatnya.

 

Teks     : DONI AFRIANSYAH.

Editor    : Junaedi Abdiillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster