Oknum PNS Ancam Bacok Warga

 284 total views,  2 views today

PALEMBANG – Setelah menipu seorang warga dengan bertransaksi jual beli rumah, seorang Pegawai Negrei Sipil (PNS) yang bertugas sebuah instansi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mengancam akan membacok korbannya.
Merasa dirinya dan keluarga terancam, karena akan dibacok oleh oknum PNS tersebut, Huzaidir (30), melaporkan kejadian tersebut kesentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) kepolisian daerah (Polda) Sumatera Selatan, Jumat (18/4/2014), pukul 15.00 WIB.

Dijelaskan warga Jalan Dusun Lama, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba ini, kejadian itu bermulah saat korban melakukan pembelian rumah satu tahun yang lalu, dengan oknum PNS yang berinisial MY.

Setelah akan menempati rumah yang sudah dibeli dari MY, korban malah akan dibacok dan terpaksa pergi dari rumah yang sudah dibelinya tersebut.

Dijelaskan salah satu keluarga Huzaidir yang enggan menyebutkan namanya, bahwa Huzaidir membeli satu unit rumah senilai Rp 200 juta dari MY. Rumah tersebut berlokasi di Jalan Lingkungan I Kelurahan Balai Agung Sekayu Muba pada Februari 2013.

Huzaidir pun sempat diajak pelaku untuk melihat-lihat kondisi rumah tersebut. “Karena tertarik, kita lalu ingin membeli rumah itu. Setelah mencapai sepakat soal harga, yakni Rp 200 juta, kita setuju untuk membeli rumah,” kata Huzaidir, kepada petugas SPKT Mapolda Sumsel.

Selanjutnya, setelah setuju, Huzaidir dan MY menghadap notaris untuk membuat surat balik nama kepemilikan rumah. MY ikut serta dalam proses tersebut dan Huzaidir mengeluarkan uang Rp 27 juta kepada notaris sebagai upah balik nama. Huzaidir pun merasa sudah memiliki rumah itu dan surat rumah juga sudah dipegangnya.

Namun, saat Huzaidir dan keluarganya mau menempati rumah itu, MY malah tidak mau meninggalkannya. Padahal, transaksi jual beli sudah selesai dan Huzaidir memiliki surat kepemilikan rumah yang sudah balik nama. Meski sudah berulang kali diajak bicara baik-baik, MY tetap tidak mau meninggalkan rumah itu.
“Kami bahkan pernah diancam akan dikapak jika terus-terusan mau menempati rumah itu. Jadi, kesannya kita yang buat salah. Padahal,kita cuma mau mengambil sesuatu yang sudah kita beli,” kata Huzaidir.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova, mengatakan bahwa sudah menerima laporan Huzaidir. Laporan diterima dengan Surat Laporan Nomor LPB/321/IV/2014/SUMSEL.

“Keterangan korban sudah kita mintai dan selanjutnya laporan akan kita dalami dan kita akan memanggil terlapor. Jika memang sesuai dengan yang dilaporkan dan bukti yang diajukan pelapor, terlapor akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Djarod.

 

Teks     : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster