Kandidat Parpol Islam tak Layak Jual

 289 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

PALEMBANG – Meski mencukupi persyaratan untuk mengusung calon presiden (capres) – calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang, namun koalisi Partai Politik (Parpol) Islam yakni PKB, PAN, PPP, PKS dan PBB yang tergabung dalam Forum koalisi Politik Islam (FKPI), tak akan efektif.

Alasannya menurut pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Joko Siswanto, pasangan capres-cawapres yang akan mereka usung, tidak layak jual kepada masyarakat Indonesia.

“Mereka memang belum mengusung calon, tetapi tidak ada lagi kandidat yang layak untuk bertarung di pilpres  nanti. Selain itu, sejak orde baru hingga saat ini, parpol Islam sulit bersatu,” kata Joko ketika dimintai komentarnya, kemarin.

Menurut Joko, meski perolehan suara partai Islam jika digabungkan mencapai 30 persen lebih.  Sehingga dapat mengusung capres-cawapres, namun parpol Islam sebutnya tidak memiliki kandidat yang layak untuk bersaing dengan capres PDI Perjuang, Joko Widodo atau Jokowi dan Capres Gerindra, Prabowo Subianto.

“Jika nantinya koalisi poros tengah ini terbentuk, siapa kandidat yang dapat bersiang dengan capres yang ada saat ini. Untuk apa mengusung capres-cawapres, tetapi pada pemilihan nanti kalah,” ungkapnya.

Namun terang Joko, solusi yang tepat bagi parpol Islam, ialah mengusung cawapres yang berlatar belakang hukum seperti Mahmud MD. Karena persoalan hukum bangsa ini, sangat lemah.

“Mahfud sosok yang tegas, sehingga dapat membenahi persoalan hukum. Tetapi apakah parpol Islam sepakat, bila hanya mengicar kursi nomor dua , ini juga sulit akan terjadi,” kata Joko.

Jika parpol Islam hanya mengusung cawapres, persoalan selanjutnya kemana arah koalisi parpol ini. Apakah ke Jokowi atau Prabowo Subianto,  ini semua terangnya perlu ada komunikasi.  “Yang pasti, semua akan ada kepentingan karena ini lah politik sehingga banyak problem yang akan terjadi dalam suatu koalisi,” ungkapnya

Selain itu Joko meragukan, ada tokoh yang mampu menyatukan dua organisisasi masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Indonesia yakni Nahdatul Ulama yang identik dengan PKB dan Muhamadiyah dengan PAN. “Karena dua ormas ini adalah basis kedua parpol, sehingga sangat sulit untuk menyatukan keduanya dalam dunia politik,” ujarnya.

Sebelumnya, pimpinan parpol Islam melakukan pertemuan untuk membicarakan koalisi menghadapi pilpres. Salah satu penggagas pertemuan KH Cholil Ridwan mengatakan pertemuan ini, merupakan pertemuan lanjutan. “Ini merupakan Forum Koalisi Politik Islam (FKPI) yang isinya ormas-ormas Islam,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, FKPI melakukan pertemuan tertutup, tampak hadir mantan Ketua Umum PAN Amin Rais, Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi, Ketua Umum PBB MS Kaban, Presiden PKS Anis Matta dan fungsionaris PKB.

 

Teks     : DICKY WAHYUDI

Edittor   : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster