Tahanan Nyaris Kabur saat Sidang

 237 total views,  2 views today

PALEMBANG – Salah satu tahanan yang akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Syamsul Bahri (26), nyaris kabur sesaat akan menjalani sidang di PN Palembang, Rabu (16/4).

Namun, usahanya gagal setelah celana yang ia kenakan nyangkut di ujung pagar. Terdakwa kasus pencurian Toko Cat Lentera ini berhasil ditangkap petugas. “Saya cuma ingin pulang ke rumah. Saya juga benar-benar sudah tidak tahan lagi lama-lama di penjara,” kata terdakwa yang tinggal di Jalan KH Azhari Lorong, Massawa, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II ini.

Begitu diletakkan di dalam tahanan PN Palembang, aksi yang dijalani Syamsul ini mengundang emosi tahanan yang lain. Tak pelak, Syamsul menjadi bulan-bulanan tahanan sebelum dipisah oleh petugas kepolisian dan kejaksaan. Darah pun mengucur dari kepala Syamsul setelah terkena pukulan tahanan yang lain.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyidangkan Syamsul, Terri Kristanti, mengatakan, Syamsul memang sering berulah setiap kali akan menjalani sidang di PN Palembang. Pernah, Syamsul mencoba kabur dengan pura-pura izin untuk buang air kecil ke toilet di pengadilan.

“Tetapi tidak saya kasih izin karena curiga dia akan kabur. Dan kali ini kecurigaan saya benar kalau terdakwa punya niat untuk melarikan diri,” kata Terry.

Usaha kabur yang dilakukan Syamsul bermula saat ia dan beberapa tahanan lain akan memulai sidang di ruangan bawah. Diduga karena petugas fokus mengawasi tahanan lain dan sedikit tidak melihat keberadaan Syamsul. Saat itulah Syamsul mencoba kabur.

Dengan berjalan kaki, Syamsul mendekati pagar tembok setinggi dua meter di PN Palembang.

Saat sudah berada di pagar, Syamsul melonpat untuk memanjat pagar. Sejauh ini, usahanya lancar karena belum ada petugas kepolisian atau pun kejaksaan yang menyadari aksinya ini.

Namun, usaha Syamsul akhirnya digagalkan besi yang ada di bagian atas pagar setelah celana yang dikenakan Syamsul nyangkut di besi tersebut. “Saya lakukan ini karena saya tidak tahan menjalani hidup di dalam penjara. Saya sudah rencanakan ini dari awal,” kata Syamsul.

Sementara itu, Posma Nainggolan selaku Humas PN Palembang sangat menyesalkan peristiwa ini. Untuk itu, ia menegaskan seluruh aparat yang bertugas mengamankan sidang untuk berjaga lebih ketat dan jangan lengah.

“Ini akan menjadi pelajaran kita semua. Semoga saja tidak akan terjadi kembali ke depannya,” kata Posma.

Syamsul menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi. Oleh Terry, pria yang sudah membuat Toko Cat Lentera rugi mencapai Rp 1,2 juta ini dijerat pasal 362 KUHP dan pasal 274 KUHP dengan ancaman penjara maksimal lima tahun.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster