Lima Caleg Desak PSU

 255 total views,  2 views today

Puluhan pendukung para Caleg yang Hendak Berdemo di KPU OI.

Puluhan pendukung para Caleg yang Hendak Berdemo di KPU OI.

INDRALAYA – Merasa dicurangi, lima calon anggota legislatif (caleg) dari partai politik (parpol) berbeda, Rabu (16/4), mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir (OI). Mereka mendesak KPU OI, untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga daerah pemilihan (dapil).

Pantauan Kabar Sumatera, lima caleg tersebut yakni M Tagwa dari Partai Gerindra, Fauzi dan Sondi dari Partai Hanura, Siswala dan Yopi dari Partai Golkar, dengan membawa puluhan pendukungnya mendatangi kantor KPU OI, sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun belum sampai ke KPU OI, aksi mereka terhadang oleh brikade yang dibangun oleh aparat kepolisian dari Kepolisian Resort (Polres) OI, yang memang sudah bersiaga sejak pagi. Sehingga lima caleg dan pendukungnya yang tergabung dalam Forum Masyarakat Anti Money Politik (FMAMP) ini, hanya bisa menyampaikan aspirasi mereka dari kejauhan.

Desakan mereka tersebut juga disampaikan dalam bentuk tulisan, dari kertas karton. Setelah sekitar 15 menit melakukan orasi, barulah ke lima caleg tersebut di izinkan untuk bertemu dengan lima Komisioner KPU OI dengan pengawalan ketat dari kepolisian.

M Tagwa, salah satu dari lima caleg yang mendatangi kantor KPU OI tersebut dihadapan Komisioner KPU OI menyebut, mereka mendesak KPU untuk menggelar PSU di dapil III (Kecamatan Tanjung Raja, Sungai Pinang, Rantau Panjang), dapil IV (Kecamatan Tanjung Batu dan Payaraman) serta dapil V (Kecamatan Lubuk Keliat, Rambang Kuang dan Muara Kuang).

Alasannya,  di tiga dapil itu ditemukan berbagai pelanggaran-pelanggaran saat pelaksanaan Pileg lalu misalnya money politic dan lainnya. Namun berbagai pelanggaran itu, tidak bisa ditindaklanjuti oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) OI.

“Karenanya kami minta KPU OI, membatalkan hasil Pileg di tiga dapil itu. Kami bisa terima kekalahan kalau secara terhormat, namun jika dicurangi kami tidak bisa menerima kekalahan tersebut,” kata caleg dari Partai Gerindra ini.

Ia juga mendesak, caleg yang melakukan pelanggaran-pelanggaran selama pelaksanaan pileg tersebut, untuk ditindak tegas. Sebenarnya kecurangan-kecurangan tersebut, sudah di laporkan ke Panwaslu OI namun hasilnya tidak memuaskan. “Kalau begini, lebih baik Panwaslu OI dibubarkan saja,” ucapnya seraya mendesak KPU OI melaksanakan PSU di dapi III, IV dan V.

Menanggapi ini, Ketua KPU OI, Annahrir didampingi tiga komisioner lainnya menyebut, tuntutan yang disampaikan lima caleg tersebut salah alamat. Seharusnya terang Anahrir, ke lima caleg yang tergabung dalam FMAMP ini melapor ke Panwaslu diserta bukti-bukti yang kuat dan saksi.

“Apa yang menjadi tuntutan mereka, bukan ranah KPU, melainkan ranah Panwaslu. Untuk PSU juga banyak syaratnya, diantaranya adanya kerusuhan, bencana dan lain sebagainya. Tetapi, kita akan menunggu dari Panwaslu, jika ada akan kita tindaklanjuti,” tukasnya.

 

TEKS            : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster