Jabatan Kepsek Dihargai Rp 7 juta Sampai Rp 50 Juta

 281 total views,  2 views today

– Disdik OKI Membantah

KAYUAGUNG – Jelang isu mutasi pergantian kepala sekolah (kepsek) dan sejumlah jabatan strategis lainnya di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), beredar pesan singkat atau Short Massage Service (SMS) gelap.

Isinya, terkesan menyudutkan Disdik OKI. Dalam SMS tersebut, ada jual beli kursi jabatan di Disdik OKI, mulai dari tingkat kepala sekolah (kepsek) maupun kepala UPTD. Besaran rupiah yang dipatok, bervariasi. Untuk jabatan kepsek mulai dari Rp 7 juta untuk tingkat SD,  Rp 20 juta untuk SMP dan untuk SMA sebesar Rp 50 juta.

Dari besaran tarif yang telah ditetapkan itu, disebut hampir 70 persen sudah disetor ke Disdik OKI melalui Kepala Disdik OKI, Iskandar ZA. SMS gelap ini, santer beredar di sejumlah handphone (HP) warga OKI.

Namun Kepala Disdik OKI, Iskandar ZA melalui Sekretaris Disdik, Dedi Rusdianto, membantahnya. Ia menyangkal ada praktik jual beli jabatan di Disdik OKI. “Saya membantah isu SMS itu,” cetus Dedi Rusdianto saat dikonfirmasi Kabar Sumatera, Rabu (16/4).

Menrutnya, isu miring tersebut bukan hanya beredar di kalangan masyarakat luar, namun juga di instansinya juga sudah beredar. “Terus terang saja, kami juga menerima SMS itu, namun sayangnya ketika kami telphone ke nomor itu, nomornya tidak aktif lagi. Itu artinya pengirim adalah oknum tidak bertanggung jawab,” kata Dedi.

Ia bahkan balik menantang, untuk membuktikan kebenaran adanya praktik jual beli jabatan tersebut. “Jika memang bisa membuktikannya, langsung saja datang ke kita dan laporkan. Jangan seperti ini membuat keresahan,” tantang Dedi.

Kata Dedi, akibat beredarnya isu tidak sedap tersebut, membuat keresahan di kalangan pendidik. Disdik sendiri terangnya, berusaha meyakinkan masyarakat agar untuk tidak percaya akan isu miring tak bertanggung jawab itu. ”Jangan mudah percayalah dengan SMS gelap itu,” imbuhnya.

Sambung dia, dalam pelaksanaan mutasi jabatan di lingkunan instansinya, tetap mengutamakan profesionalitas dalam penilaian siapa-siapa saja nantinya yang akan dipercaya untuk menduduki jabatan kepsek maupun kepala UPTD.

“Kita melihat dari rekam jejak guru yang bersangkutan. Untuk mengetahui kinerjanya, ya kita melihat data-data penilaian dari dari tim yang selama ini melakukan penilaian terhadap kinerja mereka. Karena kita butuh kepsek yang berkualitas, untuk memajukan pendidikan di sekolah yang akan dia pimpin nantinya,” tukasnya.

 

TEKS             : DONI AFRIANSYAH

EDITOR          : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster