Demokrat Dituding Gelembungkan Suara Partai

 291 total views,  2 views today

Edy Suprianto Oemar SH menunjukkan formulir C1 yang dianggapnya janggal.

Edy Suprianto Oemar SH menunjukkan formulir C1 yang dianggapnya janggal.

PALI – Sebanyak lima Tempat Pemungutan Suara (TPS), di Daerah Pemilihan (Dapil) II, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dinilai janggal.

Pasalnya, suara Partai Demokrat di empat desa tersebut yakni, Betung Selatan, Betung Barat, Tanjung Kurung, dan Prambatan, terindikasi adanya pengelembungan suara partai.

Hal tersebut dikatakan, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten PALI, Edy Suprianto Oemar SH, Rabu (16/4).

Menurutnya, suara partai Demokrat dibeberapa titik dalam wilayah Kabupaten PALI, ditemukan kecurangan dengan melakukan pengelembungan suara partai, yang tidak sesuai dengan hasil yang sebenarnya.

“Ini fakta, kita sudah pegang semua bukti-bukti yang kita temukan dilapangan, tentang pengelembungan suara partai Demokrat ini. Karena, kita ingin pemilihan legislatif ini berjalan dengan sebenar-benarnya, tanpa adanya kecurangan yang mampu mencoreng nama partai itu sendiri,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menegaskan, secepatnya akan melaporkan pelangaran tersebut, ke Panwaslu Kabupaten Muara Enim, untuk diminta segera ditindaklanjuti. “Secepatnya kita akan laporkan ke Panwaslu, atas pelangaran pengelembungan suara partai Demokrat ini. Saya yakin di empat kecamatan lain, pasti akan ada pelangaran serupa,” tegasnya.

Dirinya mengharap, kepada pihak Panwaslu untuk segera melakukan investigasi terhadap pelangaran tersebut. “Panwaslu harus lakukan investigasi, setelah kita laporkan ini nanti, untuk mengusut tuntas masalah ini. Karena, ini sangat mencoreng adanya permainan seperti ini,” tambahnya.

Modus penggelembungan ini, sambung Edi, total suara partai dibeberapa TPS lebih besar dibanding total perolehan suara caleg diatmbah suara partai. Sebagai contoh di Desa Betung Selatan TPS 02, dimana total suara Partai Demokrat sebanyak 76 suara. Padahal setelah dihitung ulang jumlahnya hanya 36 suara, demikian juga di TPS 05 jumlah sebenarnya 43 tertulis 44. Desa Betung Barat TPS 1 93 tertulis 103, Desa Tanjung Kurung Tps 01 99 tertulis 100, Desa Prambatan TPS 01 jumlah 35 ditulis 55.

“Ini baru beberapa TPS saja, karena tindakan ini sangat massif, kami yakin hal ini terjadi juga diseluruh TPS di Dapil II PALI,” tegas Edi.

Edy berjanji Akan membawa kasus ini ke Panwaslu, karena sebagai pimpinan dari Partai Golkar sangat dirugikan. “Akan kita bawa ke Panwaslu. Kita ingin perolehan suara memang berdasarkan suara pilihan rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Muara Enim, Budi Harianto SHI MSi saat dihubungi wartawan justru balik bertanya apakah lembar C1 yang dituduhkan itu sudah ditandatangani atau belum. Bila sudah ditanda tangani berarti saksi sudah menyetujui. “Kalau sudah ditanda-tangani berarti saksi sudah setuju. Dalam artian, saksi tidak dibekali oleh parpol yang bersangkutan,” ujar Budi.

Budi menambahkan, meski ada dugaan penggelembungan seperti itu ia akan terlihat saat rekapitulasi ditingkat PPS dan PPK. Bisa dikoreksi bila memang terdapat selisih. “Sebenarnya penyimpangan seperti itu akan mudah diketahui saat rapat di PPS dan PPK. Dan bisa dikoreksi disitu,” tambah Budi menutup pembicaraan.

Hal senada juga disampaikan Devi Harianto SH, salah satu caleg Partai Demokrat. Menurut Devi, kesalahan dalam penghitungan suara itu sangat mungkin terjadi. “Penghitungannya kan sampai larut malam. Bisa saja petugasnya capek sehingga terjadi kekeliruan,” jelas Devi yang memperoleh suara terbanyak di Demokrat.

Sama seperti Budi, Devi juga menganggap meskipun terjadi kekeliruan akan ketahuan saat penghitungan suara di tingkat PPS dan PPK. “Justru penghitungan di PPK seperti ini bisa mengkoreksinya,” tambahnya.

 

Teks   : Indra Setia Haris

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster