Caleg Bantah Tutup Jalan Kampung

 238 total views,  2 views today

PAGARALAM – Calon legislatif (Caleg) dari Partai Nasdem di daerah pemilihan (Dapil) 3 Dempo-dempo, membantah melakukan penutupan jalan kampung di Dusun Sukacinta Kelurahan Atungbungsu, Kecamatan Dempo Selatan. Dia membantah jika status lahan hibah yang sudah dibuat jalan setapak selebar sekitar 1,5 meter dengan panjang 300 meter telah dilakukan penutupan dengan cara memagar. Hal itu dikemukakan perwakilan keluarga, Yoese, Rabu (16/4).

Dikatakannya, hal itu perlu diluruskan kembali. Karena yang melakukan pemagaran jalan tersebut bukan caleg, tapi atas inisiatip tim sukses yang merasa kecewa. Kemudian jalur tersebut bukan jalan desa tapi jalan lorong.

“Kami tim sukses yang menutup jalan tersebut bukan Caleg Nasdem seperti yang diberitakan di banyak media cetak hingga telivisi,” ungkap Yoese.

Bebernya, kemudian penutupan ini tidak ada kaitan dengan Caleg tidak terpilih dan status jalan juga belum dihibahkan.

“Sejak tahun 1975 lalu jalan itu mulai digunakan bukan dihibahkan. Selain itu dahulunya kecil dan saat dibuat jalan kian melibar,” terangnya.

Lanjutnya, jadi penutupan ini justru dilakukan karena status tanah ini masih milik keluarga besar kami, tapi mengapa tiba-tiba sudah dibuat jalan.

“Kami mempunyai data pendukung jika tanah yang sudah dibuat jalan stapak ini, murni hak milik kelurga, belum ada bukti hibah,” ungkapnya.

Menurut Yoese, tentunya karena status lahan yang sudah dibangun jalan tersebut tidak ada izin dari pemiliknya, maka selaku ahli waris berhap mengambil alih.

“Kami merupakan ahli waris sah jadi wajar kalau pembuatan jalan tersebut kami larang, kebetulan saja pada saat ini usai Pileg,” kilahnya.

Terpisah Kapolres Kota Pagaralam AKPB Saut P Sinaga SIK MSi didampingi Kapolsek Dempo Selatan AKP Fadli mengatakan, silahkan saja diselesaikan dengan baik persoalan tersebut agar tidak membias kepada masyarakat lain.

“Untuk saat ini kita berharapa warga Dempo Selatan, tetap menjaga suasana kondusif dengan menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (Kantibmas) di daerah Dempo Selatan meskipun ada reaksi Caleg kecewa,” ujarnya seraya berkata bila tidak meresahkan, masih ada toleransi dengan tindakan Caleg yang melakukan pemagaran jalan yang sudah dihibahkan orang tuanya tersebut, asalkan tidak menimbulkan anarkis.

Menurutnya, wajar Caleg tersebut kecewa karena tidak dipilih warga tersebut, tapi jangan mencari-cari kesalahan.

“Saya minta pendukung dan simpatisan Caleg yang kalah tidak membuat warga resah dan tidak bertindak anarkis. Mengingat semua itu ada sanksi hukum berupa tindakan tegas jika tetap saja terjadi,” katanya.

 

TEKS      : ANTONI STEFEN
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster