Tanjung Enim Krisis Lahan TPA

 685 total views,  2 views today

Aktivitas Pengolahan Sampah di TPA

Aktivitas Pengolahan Sampah di TPA

MUARAENIM – Semenjak ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Bangko Barat oleh PT Bukit Asam (BA) sejak awal April lalu, kini Tanjung Enim mulai krisis lahan untuk TPA. Hal ini praktis membuat UPTD Kebersihan dan Pertamanan Tanjung Enim, kesulitan untuk membuang sampah.

Akibatnya, sampah-sampah yang berasal dari masyarakat tersebut menumpuk ditempat-tempat tertentu. Bahkan ditempat-tempat yang sudah dilarang, salah satunya di samping ruko Pasar Baru Tanjung Enim.

Kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan Tanjung Enim, M Umar Thoyib menyebut, pihaknya kini telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi permsalahan tersebut. Dengan jalan menyurati pihak-pihak terkait seperti Dinas PU Cipta Karya Muaraenim untuk mencari lokasi TPA baru. “Termasuk melakukan rapat dengan Asisten II Kabupaten Muara Enim yang dilaksanakan 27 Maret yang lalu untuk mencari loksai TPA yang baru,”ujarnya.

Sebelumnya, masyarakat Kota Tanjung Enim mengaku risih dengan keberadaan tumpukan sampah di sekitar Pasar Baru, tepatnya di samping ruko Bantingan Tanjung Enim. Sebab, kondisi ini mengganggu sejumlah warga yang melintas, serta warga yang tinggal disekitar lokasi.

Sampah-sampah tersebut berasal dari sampah rumah tangga dan sampah pasar yang tidak jauh dari lokasi.  Diduga, kegiatan ini dilakukan oleh oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab yang sengaja memanfaatkan lahan kosong milik PTBA tersebut untuk dijadikan TPA liar.

Sejumlah warga mengaku prihatin akan kondisi sampah yang menumpuk ditempat yang tidak jauh dari kantor UPTD Kebersihan Kecamatan Lawang Kidul tersebut. Putro (40), misalnya.  Warga Tanjung Enim ini mengaku prihatin akan kondisi sampah yang menumpuk di sejumlah tempat di Tanjung Enim, seperti di jalan lintas tengah Karang Asam, dan juga di samping ruko Bantingan tersebut.

“Saya agak prihatin tampaknya sampah masih menjadi kendala utama di Kota Tanjung Enim yang terkenal batubaranya ini. Rasanya risih melihat lahan-lahan tak bertuan dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat,” terang Putro, Selasa  (15/4).

Putro menambahkan, tempat pembuangan sampah liar dikota ini tersebar di beberapa tempat, contohnya di pinggir jalan Raya lintas Karang Asam, jalan raya lintas Talang Gabus, tepatnya pinggir sungai tak jauh dari Pos Dishub, samping ruko bantingan, pinggir lapangan Desa Lingga tak jauh dari kantor UPTD Kebersihan dan di pinggir jalan raya lintas Desa Keban Agung.

Padahal dikawasan tersebut sudah diberi tanda larangan membuang sampah, namun kenyataannya sampah tetap dibuang disana. “Untuk itu, kita menghimbau kepada para petugas untuk membersihkan kawasan itu setiap hari. Dan kepada warga, untuk membuang sampah ditempat-tempat yang sudah disediakan petugas. Hal ini untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Senada juga diucapkan warga lain, Hendro (35). Ia mengatakan, untuk petugas kebersihan di kota ini, seharusnya tidak membiarkan kondisi seperti ini. Kepada pemerintah juga harus menindak tegas ataupun memberikan sanksi kepada warga yang membuang sampah sembarangan.

“Petugas kebersihan seharusnya bisa mengatasi sampah-sampah liar tersebut. Kalau kurang personelnya bisa ditambah, dan hal ini bisa menjadi perhatian pemkab untuk menambah personel dan anggaran operasionalnya,” tukasnya.

 

TEKS            : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster