SURVEI SEISMIK 3D KARBELA Elnusa Party A5.09

 529 total views,  2 views today

Pemilik kebun karet di Dusun Talang Belanti Desa Padang Bindu Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim menerima langsung pembayaran kompensasi lubang bor dan meter maju Survei Seismik 3D Karbela pada 6 Februari 2014 lalu.

Pemilik kebun karet di Dusun Talang Belanti Desa Padang Bindu Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim menerima langsung pembayaran kompensasi lubang bor dan meter maju Survei Seismik 3D Karbela pada 6 Februari 2014 lalu.

PALI – Survei seismik 3D Karbela tengah berlangsung di dua kabupaten yakni Kabupaten Muara Enim dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi di wilayah kerja Pertamina EP ini dikerjakan oleh putra-putri bangsa yang bernaung dibawah bendera PT. Elnusa Tbk.

Survei seismik pada hakikatnya bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai lapisan bawah permukaan bumi melalui metode geofisika. Pekerjaan yang menggunakan teknologi canggih ini dilakukan dengan cara membuat getaran dari suatu sumber getar, lalu getaran tersebut direkam.

Getaran akan merambat ke segala arah di bawah permukaan bumi sebagai gelombang. Lalu, gelombang yang mengenai lapisan-lapisan batuan akan mengalami pemantulan, pembiasan, dan penyerapan.

Respon batuan terhadap gelombang yang datang akan berbeda-beda tergantung sifat fisik batuan yang meliputi densitas, porositas, umur batuan, kepadatan, dan kedalaman batuan. Gelombang yang dipantulkan akan ditangkap oleh alat yang bernama geophoneyang diletakkan di atas  permukaan tanah dan diteruskan ke instrumen untuk direkam. Dari rekaman itu akan diketahui suatu penampang seismik atau gambaran mengenai struktur lapisan bawah permukaan bumi.

Pimpinan tim Seismik 3D Karbela,  Agus Suhatta mengatakan, di wilayah Kabupaten PALI, area yang akan dilakukan kegiatan survei seismik meliputi dua kecamatan, yakni Kecamatan Talang Ubi dan Tanah Abang. Sementara itu, di Kabupaten Muara Enim meliputi Kecamatan Benakat, Gunung Megang, Belimbing, dan Rambang Dangku.

“Diharapkan agar pemerintahan dan masyarakat setempat ikut mendukung kelancaran pelaksanaan program eksplorasi migas nasional ini,” harapnya.

Kompetensi sumber daya manusia dan kemampuan teknologi yang dipadukan dengan kehormanisan hubungan dengan pemerintahan, mitra perusahaan, dan masyarakat, merupakan syarat utama bagi keberhasilan operasi seismik.

“Dimanapun area operasi berada, seluruh karyawan Elnusa berkomitmen untuk melaksanakan nilai– nilai perusahaan. Yakni Clean, Recpectful, dan Synergy,” ujar Suhatta.

Setelah kegiatan seismik selesai, masyarakat yang lahannya terdampak kegiatan survei seismik akan mendapatkan kompensasi. Besaran dana kompensasi dikeluarkan berdasarkan SK Gubernur Sumatera Selatan No. 25/2009 tentang Pedoman Tarif Nilai Ganti Kerugian Atas Pemakaian Tanah dan Pembebasan Tanam tumbuh, Bangunan Di Atasnya Akibat Operasi Eksplorasi, Eksploitasi Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah Dan Perusahaan Swasta Lainnya. Yakni. Rp.5.000,- per maju, dan  lubang sumber getar sebesar Rp. 25.000,- per lubang.

Sosialisasi mengenai kompensasi ini dilakukan kepada masyarakat yang berhak menerima. Sosialisasi dilakukan oleh humas perusahaan, dengan dibantu oleh perangkat pemerintahan kecamatan dan desa, dan warga masyarakat yang ditunjuk untuk menjadi humas desa. Sosialisasi ini dilaksanakan dari rumah ke rumah maupun di kantor desa.

Kegiatan akuisisi data seismik merupakan tahap awal eksplorasi migas. Selanjutnya, data seismik dari lapangan akan diproses, dan diintepretasi oleh para ahli di bidangnya, untuk selanjutnya dilakukan tahap pengeboran eksplorasi sebagai pembuktian ada tidaknya cadangan migas yang memiliki nilai ekonomis di dalamnya. (ADV)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster