Golkar Waspadai Pencurian Suara

 208 total views,  2 views today

Partai Golongan Karya

Partai Golongan Karya (GOLKAR)

PALEMBANG – Untuk mengantisipasi pencurian suara, Partai Golongan Karya (Golkar) bekerjasama dengan Satuan Pemuda Pancasila (Sapma) Sumsel, membuat tim dalam mengumpulkan data suara. Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Kota Palembang, M Hidayat mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan data dari 9-14 April.

Menurutnya, data yang dikumpulkan timnya, sudah sesuai berdasarkan hasil rekap dari Panitia Pemungutan Suara (PPS), dari formulir D1. “Kami melakukan hal tersebut, untuk mengantisipasi pencurian suara dari partai A ke partai B. Karena pada Pemilu 2009 lalu, banyak ditemukan pencurian suara,” ungkap pria yang juga menjadi caleg DPRD Palembang ini, Selasa (15/4).

Anggota DPRD Palembang periode 2009-2014 ini juga mengaku, akibat kurangnya kontrol dari penyelenggara atau dari partai-partai peserta demokrasi, banyak pihak dirugikan. “Jangan sampai partai sudah bersusah payah melaksanakan Pemilu, akhirnya dirugikan akibat kurang kontrol, karena suara hilang,” bebernya.

Hidayat menyebutkan, data yang mereka miliki bersumber dari TPS atau C1 naik ke PPS atau D1. Katanya, dari data yang dikumpulkan tersebut margin erornya hanya 0,4 persen. Dijelaskannya, kecilnya kesalahan dari data yang mereka miliki, dibandingkan dari formulir C1 ke D1. “Jadi dari setiap TPS maupun PPS kami memiliki data lengkap. Baik dari kelurahan, RT dari dua kecamatan di Dapil Palembang 6 tersebut. Dari awal kami mengikuti,” bebernya.

Lebih jauh Hidayat menjelaskan, untuk menghidari pencurian suara, baik dari tingkat TPS sampai penghitungan akhir, pihaknya menyiapkan penghitungan cepat atau real count. “Jadi setiap saksi akan mengirim ke media center, untuk memberitahukan suara yang masuk. Jadi tidak ada pemindahan suara. Apabila nanti ada perubahan suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), saksi Golkar akan dibekali dengan D1 dan hasil real count. Alhamdulillah penghitungan dari TPS ke PPS, tidak ada perubahan,” ucapnya.

Sambungnya, tim yang disiapkan juga akan melakukan pemantauan suara dari partai-partai kecil. Maksudnya jangan sampai ada partai besar yang mencuri suara partai kecil. “Suara semua partai harus dilindungi, jangan sampai kejadian di 2009 terulang kembali. Di tahun itu, suara TPS dan PPS berbeda, nah inilah yang harus kita jaga,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Sapma Sumsel, Reza Sagita mengatakan, rekapitulasi yang dilakukan pihaknya memakai dua cara, yakni dengan quick count dari 560 TPS di dapil Palembang 6, yang meliputi Kecamatan Ilir Timur (IT) I dan IT II.

“Jadi ketika data dari TPS masuk ke server, kami lakukan pengecekan C1. Barulah dilanjutkan pengecekan data dari D1. Alhamdulillah data dari IT 1 dan IT II, sudah lengkap. Sekarang tinggal kita mengawal di tingkat PPK, jangan sampai ada kecurangan,” ujarnya.

Sambungnya, dari jumlah total 170 ribu pemilih di dapil Palembang 6 yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), partisipasi masyarakat hanya sekitar 60 persen atau 109 ribu pemilih saja yang menggunakan hak pilihnya.  “Berdasarkan data kami, data suara sah untuk kecamatan IT II sebesar 76.913 suara dari 388 TPS, sementara untuk Kecamatan IT I, sebesar 33.005 suara sah, dari 172 TPS,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster