Pasien Kanker Kulit Terlantar

 469 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

KAYUAGUNG – Program pemerintah berobat gratis yang selalu dijadikan jargon dalam kampanye kepada masyarakat Sumsel. Belum sepenuhnya optimal dalam prakteknya. Hal ini sendiri dialami  dua orang warga asal Desa Terusan Laut Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten OKI, Bastoni (50) dan Seha (70), yang sudah sebulan terlantar di RSMH Palembang. Kedua pasien penderita kanker kulit ini yang dirujuk ke Palembang, namun hingga kini belum  tidak  pelayanan medis dari pihak rumah sakit. Sungguh malang nasib mereka.

Akibat kondisi itu serta tak jelasnya kapan akan diberikan layanan terhadap keduanya, membuat masing-masing pihak keluarga merasa pesimis. Dan berencana membawa kedua pasien pulang ke desanya dalam waktu beberapa hari ke depan bila tetap terlantar. Mereka kecewa dengan pemerintah dan kinerja tim medis yang tidak terkesan tidak peduli dengan kesehatan orang kurang mampu.

Sekretaris Desa Awal Terusan, A Rasyid kemarin mengatakan, dalam waktu beberapa hari ke depan atau paling lambat sepekan lagi dirinya bersama Kades Awal Terusan akan mendampingi keluarga pasien berangkat ke RSMH untuk menjemput dan membawa pulang kedua pasien.

“Kasihan mereka orang susah. Memang di sana (Palembang) ada Rumah Singgah, tapi hanya bisa untuk numpang tidur saja. Kebutuhan sehari-hari untuk konsumsi keluarga pasien yang standby di Palembang, pakai uang sendiri. Apa apa mahal dan harus beli, air panaspun mereka beli di warung,”cerita Sekdes kemarin.

Ucapnya, terhitung sebulan lebih kedua pasien dan masing-masing keluarganya berada di Palembang sejak dijemput tim pegawai Dinkes OKI di desanya, Selasa (11/3) lalu. Saat dijemput, keduanya sempat dirawat di RSUD Kayuagung lalu dirujuk ke RSMH Palembang hari itu juga.

Ceritanya lagi, setiba di Palembang, kedua pasien diungsikan di Rumah Singgah yang didirikan Pemkab OKI di dekat RSMH. Sekitar 2 minggu kedua pasien terlantar di Rumah Singgah karena belum mendapatkan perawatan di Sal Penyakit Kulit RSMH Palembang.

“Saat itu alasannya, Sal Penyakit Kulit sudah penuh pasien. Baru sekitar 2 minggu kemudian, kedua pasien dimasukkan di Sal itu. Namun sampai hari ini tetap tidak mendapatkan pelayanan medis. Ternyata di Sal itu ada pasien lain yang sudah 4 bulan terlantar tanpa perawatan dokter dan perawat,”kata Sekdes.

A Rasyid menambahkan, ia bersama Kades Terusan Laut juga rencananya akan mendampingi keluarga Bastoni dan Seha menghadap dan melapor ke Wagub Sumsel Ir H Ishak Mekki MM. Tujuannya, agar Wagub yang berasal dari OKI itu memberikan kepastian dan jaminan pelayanan kesehatan kepada kedua pasien.

Plt Kepala Dinkes OKI M Lubis SKM MKes sebelumnya mengatakan, memang Bastoni dan Seha, memang belum mendapat perawatan, lantaran kamar di rumah sakit semuanya full, oleh karena itu, kedua pasien akan tetap mendapatkan perawatan bila di rumah sakit ada kamar yang kosong.

“Kami harap jangan pulang dulu, soalnya nanti administrasi kepengurusan berkasya mengulang lagi dari awal, kalau pulang,” pintanya.

 

Teks     : DONI AFRIANSYAH

Editor    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster