Oknum Guru Sebar Kunci Jawaban UN

 309 total views,  4 views today

PALEMBANG – Hari pertama Ujian Nasional (UN) di Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (14/4/2014) dibayangi dengan bocornya soal ujian. Menurut pernyataan beberapa siswa, kunci jawaban didapat dari guru melalui pesan singkat short message service (SMS).

Diungkapkan salah seorang pelajar sekolah menengah keatas (SMA) disalah satu kota Palembang, saat dijumpai saat usai menjalani UN 2014, bahwa  ia diminta datang ke sekolah 30 menit lebih awal oleh gurunya. Setiba di sekolah, siswi yang enggan menyebutkan namanya ini menerima SMS berisikan kunci jawaban dari seorang rekannya.

“Menurut teman saya, kunci itu didapat dari guru dan disebar melalui SMS. Guru sudah menunjuk seorang koordinator yang diminta menyebarkan kunci jawaban itu ke teman-teman,” kata siswi tersebut.

Dilanjutkannya, karena tidak diperkenankan membawa ponsel saat masuk ruangan, para pelajar ini mencatat isi SMS itu di secarik kertas kecil. Menurut pengakuan siswi ini, ia mencatat isi jawaban di atas kertas kecil yang akan diselipkan di saku celana. Tidak seluruh kunci jawaban dari seluruh pertanyaan yang ia catat, melainkan beberapa saja asalkan sudah memenuhi nilai minimal kelulusan UN 2014.

“Saya tidak tahu jawabannya bisa dipercaya atau tidak. Namun,saat dicocokan dengan soal, jawaban itu saya rasa tepat,” kata siswi berambut panjang ini.

Namun, ada juga beberapa pelajar yang mengatakan tidak ada peredaran kunci jawaban melalui SMS sebelum pelaksanaan UN digelar. “Tidak ada di sekolah kami tadi. Kami datang ke sekolah tanpa mendengar adanya isu penyebaran kunci jawaban,” kata salah satu siswi.

Menanggapi adanya isu penyebaran kunci jawaban melalui SMS yang diberikan oleh oknum guru, Zulinto selaku Kadiknas Palembang belum mengetahuinya. Menurutnya, pelaksanaan UN di hari pertama lancar dan belum ada ditemukan kecurangan dalam pelaksanaan UN.

“Buktinya, amplop lembar pertanyaan dan jawaban masih dalam keadaan disegel. Pendstribusiannya juga dikawal polisi. Jadi, tidak ada pelung untuk berbuat kecurangan,” kata Zulinto.

Jika nantinya memang ditemukan, Zulinto akan bekoordinasi bersama aparat kepolisian untuk menindak pelaku. Ia juga menghimbau kepada seluruh siswa yang ikut UN untuk tidak percaya dengan adanya isu bocoran kunci jawaban.

“Percaya dengan diri dan kemampuan saja, jangan mempercayai hal-hal yang tidak ada. Cukup persiapkan diri untuk menghadapi UN,” pungkas Zulinto.

 

Teks     : OSCAR RYZAL

Editor    : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster