Di Pagaralam, 30 Siswa Tidak Ikut UN

 216 total views,  2 views today

PAGARALAM – Sebanyak  30 peserta Ujian Nasional (UN) tidak hadir dihari pertama. Sejauh ini belum diketahui alasan ketidak hadiran para siswa tersebut.

“Sejauh ini kami belum tahu persis penyebab ketidakhadiran mereka,” kata Kabid Dikdasmen Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (Disdikpora) Kota Pagaralam, Parliansyah ST MM,Senin (14/4/2014).

Menurut Parliansyah, pihaknya akan mencari tahu penyebab ketidakhadiran tersebut apakah disengaja atau tidak. Bila hal itu memang disengaja, tentu saja hal tersebut akan sangat merugikan yang bersangkutan. Karena hal itu merupakan penentuan terakhir setelah tiga tahun berjuang di sekolah.

Namun, ia belum berkomentar apakah seperti berdasarkan ketentuan kelulusan para siswa yang tidak hadir tersebut dipastikan tidak lulus. Mengingat tahun ini nilai UN dikombinasikan dengan nilai ujian sekolah.

Pantauan di lapangan, pelaksanaan UN  hari pertama berlangsung lancar. Tidak ada kendala berarti yang berpotensi menggagalkan pelaksanaan UN tersebut. Demikian ditegaskan Wali Kota Pagaralam, Hj Ida Fitriati Basjuni seusai meninjau pelaksanaan UN di SMAN 1 Pagaralam, kemarin.

Ida mengapresiasi, kinerja seluruh panitia termasuk juga pengawas dan petugas keamanan dari pihak kepolisian yang telah menjaga UN sejak pendistribusian soal sampai pelaksanaan hari ini.

“Alhamdulillah pelaksanaan UN di Kota Pagaralam tidak ada hambatan seperti daerah lain yang terpaksa menunda pelaksanaan UN ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kota Pagaralam sekaligus Kepala Subrayon, Mardiono SPd MPd mengatakan,  mengenai lembar jawaban yang  selesai dikerjakan tidak lagi dikumpulkan di Dinas Pendidikan, melainkan langsung dibawa oleh tim pengawas dari perguruan tinggi ke Palembang. Sehingga tidak diinapkan lagi. Semua soal yang sudah dikerjakan disatukan dengan lembar jawaban dan langsung dikumpulkan tim pengawas dari Unsri untuk langsung dibawa ke Palembang.

“Soal dan lembar jawaban tidak diinapkan lagi, karena sesuai dengan petunjuk Badan Nasional Standard Pendidikan (BNSP), soal tidak dikembalikan ke dinas,” katanya.

Diketahui dengan 20 variasi soal yang diidentifikasi dengan barcode khusus, dalam setiap ruangan dengan 20 peserta UN berarti setiap orang akan menghadapi soal berbeda. Belum lagi sistem pengawasan dalam pendistribusian selain dijaga ketat pihak kepolisian juga melibatkan unsur perguruan tinggi (PT) dalam hal ini untuk Sumatera Selatan ditunjuk Universitas Sriwijaya sebagai tim pengawas, membuat sistem tahun ini ekstra ketat.

 

Teks     : ANTONI STEFEN

Editor    : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster