Delapan Galian C di Muaradua Ilegal

 233 total views,  2 views today

salah satu kegiatan Galian C

salah satu aktivitas Galian C

MUARADUA – Hasil pendataan terhadap aktivitas usaha Galian C yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten OKU Selatan, ternyata sedikitnya ada delapan aktivitas Galian C yang beroperasi di ibukota Kabupaten OKU Selatan, Muaradua, yang ilegal.

Hal ini menurut Kepala Sat Pol PP Kabupaten OKU Selatan, Abdi Irawan, didapatkan setelah Sat Pol PP menyisir sejumlah aktivitas Galian C yang berada di sepanjang Sungai Saka Selabung, Gunung Pasir, Kelurahan Kisau dan Talang Bandung.

“Dari hasil penyisiran itulah, kita dapatkan ada delapan aktivitas Galian C yang tidak memiliki izin atau ilegal. Hal ini, sangat kita sayangkan karena mereka sudah beroperasi rata-rata lebih dari satu tahun,” kata Abdi ketika dibincangi di ruang kerjanya, Senin (14/3/2014).

Karenanya kedelapan pemilik Galian C itu, diperingatkan untuk mengurus perizinan. Hal tersebut tegas Abdi, penting sebab keberadaan usaha Galian C adalah salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kabupaten OKU Selatan.

Apakah ada sanksi yang diberikan kepada aktivitras Galian C ilegal tersebut ? Abdi menyebut, untuk sementara belum sanksi yang diberikan. Pemilik Galian C ilegal tersebut jelasnya, hanya diberikan peringatan dahulu. Mereka juga diminta, untuk segera mengurus perizinan bagi usahanya.

Abdi menambahkan, setelah peringatan pertama itu dilayangkan, Sat Pol PP akan kembali melakukan pemeriksaan tahap kedua, yang waktunya belum dipastikan. Saat pemeriksaan tersebut bebernya, akan ditanyakan izin usaha yang sudah diurus oleh mereka.

Jika perizinannya, masih juga belum diurus maka peringatan kedua akan dilayangkan. Setelah itu, pemeriksaan akan dilanjutkan. “Kalau sampai tiga kali peringatan yang kita berikan tersebut, tidak juga dipatuhi maka kita tidak akan segan menghentikan aktivitas usaha mereka,” ungkapnya.

“Sebenarnya, untuk  mengurus perizinan itu tidak sulit. Persoalannya, tinggal kemauan pengusahanya. Kita siap memfasilitasi, untuk pengurusan izin tersebut. Ini semua, agar PAD OKU Selatan meningkat,” ucapnya.

Ketika disinggung realisasi PAD di Sat Pol PP pada triwulan pertama, yang belum mencapai target, Abdi menyebut Sat Pol PP terkendala dengan retribusi racun api. “Saat ini usaha-usaha di Muaradua, banyak yang tidak memiliki racun api dikarenakan minimnya sosialisasi. Karenanya kita akan turunkan tim, untuk melakukan sosialisasi. Hasil pendataan kita, ada 29 toko di Muaradua yang menolak untuk menggunakan racun api,” tukasnya.

 

Teks     : FITRI

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster