Caleg Golkar Tersandung Dana Aspirasi

 319 total views,  2 views today

MUARAENIM – Pembangunan gedung serbaguna yang terletak di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim, diduga dibangun dibangun tanpa memiliki surat hibah tanah.

Sehingga gedung yang dana pembangunannya mencapai ratusan juta rupiah itu terkesan, akan dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Saat ini, persoalan tersebut sudah ditangani Kejaksaan Negeri Muaraenim.Padahal dana pembangunannya, berasal dari dana APBD Sumsel melalui dana aspirasi anggota DPRD Sumsel.

Informasi yang didapat, dalam kasus tersebut calon anggota (caleg) DPRD Sumsel untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel IV dari Partai Golkar, MD, sudah tiga kali dipanggil Kejari Muaraenim. Namun yang bersangkutan, masih mangkir memenuhi panggilan.  “Saya sendiri sudah dua kali dipanggil Kejari,” kata Kepala Desa (Kades) Lubuk Raman, Bastoni yang dibincangi beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, kasus tersebut bermula saat adanya rencana pembangunan gedung serbaguna dari dana aspirasi anggota DPRD Provinsi Sumsel.  Saat itu, anggota dewan yang berasal dari Partai Golkar dan saat ini mencalonkan diri kembali sebagai caleg dari partai yang sama dari dapil Sumsel IV, berinisiatif mengajukan usulan.

Namun saat berkoordinasi dengan kades, soal penentuan lokasi, pihak desa tidak memiliki aset tanah. Akhirnya, MD menawarkan lahan miliknya sebagai lokasi pembangunan.  “Saya sudah meminta surat hibah untuk kepentingan inventaris, namun ia menyatakan jika surat hibah tanah sudah diserahkan ke Pemkab Muaraenim,” jelasnya.

Bangunan gedung serbaguna tersebut, berukuran panjang 14 meter dan lebar 22 meter. Selain itu, gedung serbaguna itu juga dibangun dengan menggunakan dana CSR PT Pertamina sebesar Rp16 juta, untuk pemasangan instalasi listrik dan CSR PT TEL Rp 8 juta untuk pembuatan sumur bor.

“Pada prinsipnya selagi itu menggunakan dana negara, saya tidak masalah. Namun, persoalan jika sudah diarahkan untuk kepentingan pribadi, itu yang saya kurang setuju,” ungkap tokoh masyarakat Lubuk Raman, Usman Firiansyah, Senin (14/4).

Sementara itu salah satu jaksa penyidik di lingkungan Kejari Muaraenim, Yul Khaidir, membenarkan jika pembangunan gedung serbaguna di Desa Lubuk Raman itu, kini sedang didalami oleh Kejari.

Bahkan terangnya, Kejari sudah memanggil oknum anggota DPRD Sumsel yang juga berstatus caleg untuk DPRD Sumsel dari Partai Golkar, MD sebanyak tiga kali. “Kasus ini, masih diproses. MD sudah dipanggil tiga kali namun belum pernah memenuhi panggilan,” terang Yul.

Ia juga menyebut, selain MD, Kejari sudah memanggil anggota BPD Lubuk Raman namun juga tidak datang. “Keterangan baru kita dapatkan dari Kades Lubuk Raman, kita minta MD untuk bekerjasama dan memenuhi semua panggil dari penyidik,” tukasnya.

 

Teks     : SISWANTO

Editor    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster